Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

11 Kerjasama Pemkot Palu Langgar Norma Hukum

Iqbal Andi Maga

PALU EKSPRES, PALU – Panitia khusus (Pansus) DPRD Palu tentang laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Palu tahun 2017 merekomendasikan peninjauan kembali 11 dari 22 perjanjian kerjasama Pemkot dan pihak ketiga. Ketua Pansus LKPj, Iqbal Andi Magga menyatakan 11 perjanjian kerjasama daerah itu melangkahi norma hukum.

Khususnya mengenai norma hukum yang mengatur adanya persetujuan DPRD atas perjanjian yang dibangun Pemkot dan pihak ketiga. “Norma hukumnya bahwa kerjasama daerah yang membebani daerah dan masyarakat harus melalui persetujuan DPRD. Norma hukum ini dilampaui sehingga perlu ditinjau kembali,”kata Iqbal.

Salahsatu contoh kata dia perjanjian kerjasama daerah Pemkot Palu dan managemen Alfamidi. Dalam kerjasama ini Pemkot tidak meminta persetujuan DPRD. Pasalnya dalam kerjasama itu Alfamidi dibebankan untuk membangun fasilitas taman nasional dan pengadaan box container.

“Jaminannya pembangunan taman nasional. Ini sama dengan menyerahkan aset daerah tanpa sepengetahuan DPRD. Kami tidak tahu apa dasarnya Pemkot membebani alfamidi,”ujarnya.

Jika itu terkait penyaluran corporate social responcibility ( CSR), maka alfamidi menurutnya bukan perusahaan wajib CSR. Karena Sesuai PP 40, CSR hanya wajib bagi perusahan bidang pertambangan.

“Intinya peninjauan itu harus memenuhi syarat legalitas formal perjanjian kerjasama daerah. Kamj mengantisipasi bagaimana kemudian jika perusahaan itu one prestasi,”jelasnya.

Dia menjelaskan rekomendasi Pansus adalah untuk menyesuaikan laporan kegiatan dan dokumen kegiatan. Pansus menggunakan barometer APBD, perubahan APBD dan penjabarannya untuk mengukur dua dokumen tersebut.

Yaitu mencocokkan antara dokumen APBD, dokumen LKPJ, laporan ringkasan dan peninjauan lapangan.

“Yang kita rekomendasikan itu yang tidak bersesuaian,”jelasnya.
Rekomendasi lainnya diantaranya alokasi belanja fungsi pendidikan yang harus mencapai 25persen standar nasional.

Belanja kesehatan harus 10 persen sesuai UU nomor 36 tahun 2009. Kerja sama daerah dengan pihak ketiga yang harus penuhi Peraturan Pemerintah (PP) nomor 50 tahun 2007.

Serta beberapa rekomendasi terkait teknis penyelenggaraan pemerintahan. Contohnya beda pemahaman antara OPD dan DPRD menafsirkan pasal per pasal dalam Perda. Dan itu perlu sinkronisasi.

Juga terkait penyelenggaraan legalitas formal untuk pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan hutan kota. Status hutan kota saat ini masih sebatas hak pengelolaan belum dihibahkan dari pemerintah provinsi.

Pemkot menurutnya hanya berinisiatif karena pemerintah provinsi belum konsentrasi urusi RTH dalam rangka merias wajah kota.

“Inisiatif seperti itu harus ada legalitas formalnya semisal hibah provinsi ke kota. Karena kita akan mengalokasikan dana kesitu seperti biaya pemeliharaan,”demikian Iqbal.

(mdi/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital