Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Investor Masih Banyak Manipulasi Data

PALU EKSPRES, PARIGI – Terkait masuknya sejumlah tenaga kerja asing (TKA) asal China di Kabupaten Parigi Moutong baru-baru ini, Gubernur Sulteng Longki Djanggola mengatakan, bahwa tenaga kerja asing itu sudah ada Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018, dan maksud dari Perpres tersebut adalah ingin mengatur penempatan tenaga kerja asing di Indonesia.

“Cuma memang di dalam pelaksanaannya ini yang bermasalah khususnya dalam pengawasan, kenapa jadi bermasalah, karena Perpresnya itu mengatur terlalu birokratis yang atur kan, misalnya rencana penempatan ketenagakerjaan asing yang diminta oleh investor, itu melalui Kementerian Tenaga Kerja, kemudian Kemenaker memutuskan dan menyetujuinya tetapi itu kami di daerah tidak tahu berapa banyak formasinya yang disetujui itu, kami tidak tau,”terang Longki kepada sejumlah media, Rabu (2/5) di rumah jabatan Bupati Parimo.

Dia mengaku, masih kurangnya koordinasi terkait hal ini. “Kami ini cuma disuruh jaga, jaganya seperti apa, imigarasi saja saya di Sulawesi Tengah itu baru tahun ini, mulai berfungsi tepatnya di Morowali bagaimana cara mengawasinya sedangkan TKA itu masuk dari Kendari, Sulawesi Tenggara, masuk dari mana-mana bagaimana cara mengawasinya coba ajarin saya, jadi tidak segampang yang dikatakan orang itu,” keluhnya.

Dia menyayangkan, perilaku dari para investor ini memanipulasi data, seperti yang ditemukan oleh Ombudsman bahwa banyak tenaga kerja asing kasar yang seharusnya menjadi porsi tenaga kerja lokal itu diambil oleh tenaga kerja asing.

“Jadi tindakan pemerintah provinsi saat ini, yah meningkatkan pengawasan kita sudah beberapa kali mendeportase tenaga kerja asing tapi yang kita berusaha mendeportase itu hanya terkait dengan persoalan izin tinggal, tetapi untuk persoalan kualifikasi tenaga kerja itu tidak diketahui karena data-data itu mereka masuk ke Indonesia, padahal sebenarnya dia itu tenaga kerja kasar tapi mungkin di dalam form pendaftaran itu dia pakai seolah-olah dia tenaga kerja skill yang punya kemampuan jadi, seperti itu,”ungkapnya.

(asw/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital