Sabtu, 8 Agustus 2026

Bukan Cuma Golkar dan PDIP, Kader NasDem juga Dukung JKW-JK Jilid 2

PALU EKSPRES, JAKARTA – Satu per satu nama calon kandidat bermunculan jelang pemilihan presiden pada tahun depan. Di antara beberapa calon kandidat yang mencolok, paket Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) dinilai masih yang terbaik.

Karena itu, mulai muncul dukungan untuk paket JKW-JK jilid kedua menuju Pilpres 2019, utamanya dari internal koalisi parpol pendukung petahana, yakni PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai NasDem, ditambah PPP, Hanura, PKPI, PSI, Perindo, dan lain-lain.

“PDIP, Gokar, dan NasDem merupakan pendukung utama, ditambah PPP, Hanura, PKPI, PSI, Perindo, dan lain-lain. Golkar apalagi, pasti bulat sepenuhnya mendukung mantan Ketum Golkar tersebut (Jusuf Kalla, red),” tutur kader DPP NasDem, Rapsel Ali, Jumat (4/5/2018).

Bagi NasDem, lanjut Rapsel, ketua umumnya, yakni Surya Paloh, tak kan pernah terpisahkan dengan paket JKW-JK. Jokowi sudah seperti adik bagi Surya Paloh, sedangkan JK merupakan abangnya. “Termasuk Ibu Mega (Ketum PDIP) juga. Artinya, besar peluang paket JKW-JK jilid kedua ini,” sambung Rapsel Ali yang juga Pembina L9 dan pendiri Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir seluruh Indonesia (Aspeksindo).

“Semua partai pendukung pemerintah saya haqqul yakin bisa menerima dengan baik (paket JKW-JK jilid 2), karena tak ada satu pun partai yang kecewa pada pasangan ini selama periode pertama memimpin. Dwitunggal tersebut juga sudah banyak memberi bukti,” tambah Rapsel.

Diketahui, paket JKW-JK jilid kedua mulai menghangat setelah beberapa waktu lalu kader Golkar menyebut-nyebut nama JK lagi sebagai kandidat terkuat pendamping Jokowi pada Pilpres 2019. Oleh koalisi parpol pendukung petahana, ide ini masih dikaji secara matang untuk kemudian diputuskan nantinya. Dan jika judical review diterima, bisa dipastikan JKW-JK kembali berduet.

Jokowi dan JK pun sama-sama menyambut baik usulan ini. JK mengisyaratkan siap maju lagi, asalkan masyarakat merestui dan konstitusi tidak dilanggar. Begitu pula Jokowi. “Kalau memang UU, konstitusi memperbolehkan, kenapa tidak. Ya, termasuk yang terbaik kan Pak JK, ya beliau menurut saya yang terbaik,” kata Jokowi saat ditanya Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa, belum lama ini.

(*/fajar)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital