Jumat, 18 September 2026
Agama  

Meramadankan Kehidupan

Oleh: Arif Jamali Muis
(Wakil Ketua PW Muhammadiyah DIY)

Hadirnya Bulan suci Ramadan di saat tahun politik (Tahun 2018 dan 2019) bak penyejuk bagi bangsa ini, harus jujur kita akui pasca pilpres tahun 2014, pilkada Jakarta tahun 2017 dan puncaknya tahun politik 2018 dan 2019, menjadikan bangsa ini terbagi dalam dua kelompok besar, yakni pendukung Jokowi (pemerintah) dan oposisi pemerintah.

Pertentangan ini tidak hanya terjadi pada elit politik tetapi sudah menyentuh tataran masyarakat, lihatlah bagaimana setiap kejadian selalu saja dijadikan alat untuk saling menjatuhkan, kasus Hari Bebas Kendaraan (Car Free Day) di Jakarta, meninggalnya seorang anak karena antre sembako di Monas, kasus bentrokan di Mako Brimob dan yang terakhir BOM maut Surabaya.

Entah masih berapa banyak lagi momentum kedepan yang akan dijadikan alat saling bertengkar, menjatuhkan, dan jika tidak hati – hati, energi bangsa ini habis hanya untuk saling menegasikan, kita lupa untuk membangun peradaban bangsa ini.

Dalam suasana batin tahun politik seperti ini, ujaran kebencian gampang diucapkan, fitnah, saling klaim kebenaran marak di tengah masyarakat terutama media sosial, hadirnya Bulan suci Ramadhan 1439 H sejatinya dapat menjadi penyejuk bagi bangsa Indonesia yang mayoritas umat Islam.

MERAMADANKAN KEHIDUPAN

Perintah Puasa di bulan Ramadan (QS: 2; 183) sesungguhnya tidak hanya perintah untuk tidak makan, minum, merokok, berhubungan suami istri dari terbit fajar hingga terbenam matahari, melainkan perintah mulia untuk mensucikan diri, mengendalikan nafsu duniawi agar mencapai derajat kemuliaan disini Allah, yaitu ketakwaan.

Nabi pernah bersabda kepada para sahabatnya sehabis perang, bahwa meraka akan menghadapi perang yang lebih besar, para sahabat nabi bingung dan bertanya perang apalagi yang lebih besar dan dahsyat, di jawab nabi perang melawan hawa nafsu. Berpuasa bermakna juga berkuasa atas hati, pikiran, perkataan yang positif dan konstruktif.

Ketika umat Islam berpuasa, dan mengendalikan dari segala yang membatalkan puasa dan menghindari dari perbuatan negatif yang dapat mengurangi pahala puasa, berkuasa atas bisikan setan dan kesenangan duniawi, itulah yang dapat memberikan makna dalam kehidupan dan dapat meramadankan kehidupan.

Ibadah ramadan yang dilaksanakan selama satu bulan penuh, siang hari berpuasa, malam hari melaksanakan ibadah sholat tarawih, tadarus dan berbagai Ibadah lainnya, sesungguhnya mengajarkan kepada kita setiap nafas kehidupan kita ini adalah ibadah kepada Tuhan.

Dalam ibadah puasa, umat islam tetap bisa mengerjakan aktivitas kesehariannya, tanpa menganggu dan membatalkan puasanya, hubungan kemanusiaan juga tetap bisa berjalan dalam kondisi tetap beribadah puasa, ini menandaskan Tuhan hadir bersama hamba-Nya dimana pun dan dalam aktivitas apapun.

Meramadankan kehidupan sama artinya “menghadirkan” Tuhan dalam kehidupan kita. Ramadan akan kehilangan makna ketika sedang berpuasa tetapi melakukan kegiatan-kegiatan yang mengurangi pahala puasa. Saat berpuasa tetapi mengumpat,melakukan ujaran kebencian, menegasikan orang lain, maka hilang makna puasanya, hilang kesucian Ramadan, karena Allah yang maha suci tentu tidak akan bersama dengan hambanya yang ucapan dan tindakannya yang kotor.

Berat memang untuk menjalankan Ibadah puasa Ramadan, tidak hanya fisik, tetapi batin juga ikut berpuasa, karena beratnya Nabi Muhammad mensinyalir banyak orang yang berpuasa hanya mendapatkan lapar dan haus belaka.

Umat Islam yang berhasil meramadankan kehidupannya merasa bahwa kehidupannya mulia, mendapatkan bimbingan dari Allah SWT, sehingga ketika bertindak dan berpikir dalam koridor kebaikan agama dan kemanusiaan, orang yang sedang berpuasa tidak berani melakukan tindakan – tindakan yang bisa merusak makna puasanya walaupun itu tidak membatalkan puasa.

Inilah salah satu makna ibadah puasa yang penting dalam konteks kehidupan kita berbangsa dan bernegara saat ini. Puasa ingin mengajarkan bahwa kehidupan akan damai dan tenang jika kita bisa meramadankan kehidupan.

DERAJAT TAKWA

Ketika umat sedang berpuasa di siang hari dilanjut malamnya bermunajat kepada Tuhan dengan khusuk tujuannya adalah untuk mendapatkan derajat takwa, suatu derajat tertinggi manusia di hadapan sang Pencipta.

Ketakwaan yang didapatkan tentu tidak berada di menara gading yang hanya soleh secara pribadi belaka, tetapi takwa yang diperoleh dari proses berpuasa adalah ketakwaan yang mengakar ke bumi, yang terlihat jelas dalam kehidupan kesahariannya sebagaimana Ibadah puasa yang dilaksanakan juga dalam aktivitas keseharian.

Bangsa ini membutuhkan manusia – manusia Indonesia yang berhasil ditempa dalam ibadah puasa Ramadan, sehingga mencapai derajat ketakwaan yang hakiki bukan ketakwaan yang formalis apalagi aksesoris, yang siap menghadapi Tahun Politik Bangsa ini. Selamat meramadankan kehidupan 1439 H.

(muhammadiyah.or.id)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam