Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Bersama Donggi Senoro, Seminggu, Iswanto Panen 40kg Cabai.

PALU EKSPRES, LUWUK  – Iswanto tampak ceriah dikunjungi belasan wartawan, di kebun cabainya, Kelurahan Sisipan Kecamatan Batui Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah.

Ribuan pohon cabai yang terhampar dalam  1 hektare lahan miliknya, siap panen, Selasa 5 Juni 2018. Karena musim penghujan, Alumni Universitas Tompotika Banggai ini menunggu waktu yang tepat untuk memulainya.

Iswanto adalah Ketua Kelompok Tani Sisipan yang baru terbentuk Agustus 2017 silam. Kelompok taninya beranggotakan 20 orang. Kali ini Iswanto mengaku akan memanen dari 800 pohon cabe lokal, yang ia sebut jenis Gorontalo. Iswanto memilih jenis ini  karena dipercaya lebih tahan dari jenis lainnya.

“Orang sini juga suka yang lokal, makanya saya kembangkan jenis gorontalo,”kata Iswanto kepada wartawan.

Awal Juni ini, ia memanen untuk yang ke 14 kalinya. Dalam 800 pohon, ia mengaku bisa menghasilkan 30 sampai 40kg cabai.

Lalu menjualnya ke sebuah stocking point di desa sebelahnya. Stocking poin merupakan sebuah lembaga berbentuk koperasi, khusus membeli produksi hasil pertanian dan perkebunan.

Sumber dana koperasi ini berasal dari pinjaman BRI. Tapi penjaminnya adalah Donggi Senoro Liquefied Natural Gas (DSLNG). Stocking point merupakan salah satu wujud pelaksanaan corporate social responsibility (CSR) perusahaan kilang gas terbesar di Indonesia Timur tersebut.

“Harga belinya sesuai dengan harga pasaran,”jelasnya.

Iswanto begitu menguasai pola menanam cabai dengan baik. Jenis-jenis hama perusak pohon dan buah cabai semua ia hapal. Bahkan untuk membuat pupuk organik. Ia menjelaskan rinci.

“Pupuk itukan umumnya NPK. NPK yang saya pakai semuanya hasil racikan sendiri. Fermentasi dari sejumlah tanaman,”jelasnya.

Menurutnya pengetahuan itu ia dapat dalam sebuah pelatihan khusus yang yang juga difasilitasi DSLNG. Pelatihan itupun kata dia merupakan program CSR kilang gas yang bergerak di hilir tersebut.

“Setelah pelatihan itu saya banyak dapat ilmu. Lalu mulai mencoba bercocok tanam cabe ini,”ujarnya.

Kata Iswanto, bercocok tanam cabai, jika digeluti sebenarnya bisa menguntungkan.

“Lumayan hasilnya pak. Sebenarnya kalau ini digeluti, orang-orang kampung sebenarnya tidak perlu susah makan di kampung sendiri,”ujar Iswanto.

Sementara itu, Nurdin, penanggung jawab stoking point koperasi di Desa Kalolos Kecamatan Kintom, menyebutkan dana koperasi diperoleh dari pinjaman BRI. Nurdin mengaku pinjaman koperasi itu dijamin pihak DSLNG.

“Empat puluh juta awalnya kita diberi pinjaman atas jaminan DSLNG,”jelas Nurdin.

Keuntungan koperasi menurut dia didapat dari selisih penjualan harga. Misal dibeli per kilo Rp20ribu, maka koperasi akan menjualnya Rp23 sampai Rp25ribu per kg. Cabai tampungan dari petani selanjutnya dijual ke Provinsi Gorontalo.

“Kami umumnya menjual ke Gorontalo. Setiap dua hari sekali melalui kapal,”jelasnya.

Keuntungan koperasi menurut dia, akan dibagikan sesuai mekanisme sisa hasil usaha.

“Untuk tahap awal begini sisanya belum seberapa banyak. Tapi lumayanlah ada hasil yang bisa kami bagi ke anggota koperasi,”jelas Nurdin.

(mdi/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital