Minggu, 9 Agustus 2026

Jelang Lebaran Lion Group Tambah Penerbangan ke Luwuk

PALU EKSPRES, JAKARTA – Lion Air Group telah mempersiapkan 20.330 kursi penerbangan tambahan selama masa angkutan Lebaran 2018 khusus untuk layanan domestik.

Lion Air Group akan mengoperasikan penerbangan tambahan (extra flight) efektif mulai 6 hingga 30 Juni 2018. Periode tersebut merupakan musim puncak atau ramai (peak season) untuk arus mudik dan arus balik. Lion Air Group telah memproyeksikan pertumbuhan dari permintaan jasa angkutan udara pada tahun ini setara dengan 10-15% dari total kapasitas operasional regular (regular flight) maskapai.

Informasi penerbangan tambahan Lion Air Group sebagaimana rilis yang diterima Palu Ekspres, Kamis (7/6/2018) adalah , Lion Air sebanyak 62 penerbangan atau 11.718 kursi, Batik Air 35 penerbangan atau 6.020 kursi, serta Wings Air 36 penerbangan atau 2.592 kursi.
Salah satu rute penerbangan tambahan Lion Air Group yang dilayani setiap hari (daily flight) yakni, dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan (UPG), ke Bandar Udara Syukuran Aminuddin Amir, Luwuk, Sulawesi Tengah (LUW). Rute ini mendapat tambahan 3 penerbangan yang dilayani oleh Wings Air.

President and CEO Lion Air Group, Edward Sirait mengatakan, Lion Air Group berkomitmen dalam mengupayakan dan menyediakan layanan penerbangan terbaik yang mampu mengakomodir kebutuhan pelanggan dan masyarakat selama Lebaran 2018. Untuk memastikan kelancaran operasional, pihaknya patuh serta menjalankan sesuai standar operasional, dengan mengutamakan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan.”

“Kami mengucapkan terima kasih atas koordinasi dan kerjasama yang baik antara Lion Air Group dengan regulator, pengelola bandar udara dan berbagai pihak dalam membantu proses pelaksanaan penerbangan saat peak season. Sinergitas ini diharapkan memberikan nilai lebih kepada pelanggan dalam mempermudah akses hingga sampai di kota/ daerah tujuan,” papar Edward.

Lebih lanjut menurut Edward, Lion Air Group telah menentukan berdasarkan hasil analisis pasar untuk rute terbaik yang memiliki permintaan tinggi, frekuensi penerbangan, jam operasional bandar udara keberangkatan maupun tujuan serta tidak menjual tarif tiket pesawat di atas ketentuan, yaitu tarif batas atas. Dalam meningkatkan kualitas pelayanan, Lion Air Group akan memperkuat sumber daya manusia di bandar udara yang menjadi bagian extra flight. Sedangkan untuk jenis pesawat yang dioperasikan akan menyesuaikan dengan peningkatan trafik arus mudik Lebaran pada tahun ini.”

Dalam mendukung kesiapan arus mudik dan arus balik tahun ini, Lion Air Group yang diwakili oleh Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi, Managing Director of Lion Air Group pada Minggu (3/ 6/2018) di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta telah melakukan pengecekan (ramp check) bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan terhadap kelaikan pesawat, pilot sangat siap dengan jam istirahat cukup serta awak kabin dan ground handling tetap menjalankan standar prosedur operasi secara tepat. Lion Air Group dinyatakan siap dengan performa bagus yang memenuhi kualifikasi pelayanan penerbangan.

Lion Air mengoperasikan Boeing 747-400 (12 kursi kelas bisnis dan 492 kelas ekonomi), Airbus A330-300 (440 kursi kelas ekonomi), Boeing 737-900ER (215 kursi kelas ekonomi), Boeing 737-800NG (189 kursi kelas ekonomi) dan Boeing 737 MAX 8 (189 kursi kelas ekonomi).

Batik Air akan menggunakan Boeing 737-900ER (12 kursi kelas bisnis dan 168 kelas ekonomi), Boeing 737-800NG (12 kelas bisnis dan 150 kelas ekonomi) serta Airbus A320-200CEO (12 kelas ekonomi dan 144 kelas bisnis). Untuk Wings Air mengandalkan layanan dengan diperkuat armada ATR72-600/ 500 yang mampu menampung 72 penumpang dalam kursi kelas ekonomi.

Lion Air Group mengimbau kepada seluruh pelanggan setia dan masyarakat dalam merencanakan perjalanan udara terutama angkutan Lebaran lebih awal.

(fit/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital