Sabtu, 8 Agustus 2026
Seleb  

Sajikan Drama di Tengah Teror Bom Thamrin dalam ’22 Menit’

PALU EKPSRES, JAKARTA– Film drama aksi terbaru berjudul 22 Menit siap menghibur penonton tanah air. Karya terbaru sutradara Eugene Panji dan Myrna Paramita itu mengangkat kisah tentang keberanian warga dan kesigapan aparat kepolisian dalam mengatasi serangan teroris yang terjadi di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat pada Januari 2016 silam.

Film 22 Menit dibintangi oleh Ario Bayu yang berperan sebagai Ardi. Dia adalah anggota pasukan antiterorisme kepolisian yang mempertaruhkan nyawanya demi mengamankan ibu kota dari ledakan bom.

Berkat kesigapan tim dan juga bantuan dari seorang polisi lalu lintas bernama Firman (Ade Firman Hakim), pelaku serangan bom bisa diamankan dalam waktu 22 menit. Peristiwa berakhir dengan singkat, tapi insiden mematikan tersebut mengubah hidup orang banyak untuk selamanya.

Selain cerita tentang Ardi dan Firman, film 22 Menit juga menghadirkan sudut pandang mereka yang ikut terjebak di dalam situasi mencekam. Beberapa di antaranya adalah office boy bernama Anas (Ence Bagus), dua karyawati bernama Dessy (Ardina Rasti) dan Mitha (HanaMalasan), serta Shinta (Taskya Namya) yang merupakan kekasih Firman.

“Ini adalah kerja sama semua tim. Film ini mengangkat sisi edukasi tentang kemanusiaan, bagaimana bahaya teroris,” kata Lexy Mere selaku produser 22 Menit di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (16/7).

Eugene dan Myrna yang bekerja sama dengan penulis naskah Husein M. Atmojo dan Gunawan Raharja memang berniat untuk mengangkat nilai-nilai kemanusiaan yang terkait dengan peristiwa tersebut. Meski terinspirasi dari kisah nyata, Eugene menegaskan bahwa 22 Menit tidak dimaksudkan sebagai dokumentasi dari kejadian 2016 lalu.

“Kami mendramatisasi beberapa bagian dari peristiwa bom Thamrin untuk keperluan bercerita lewat medium film. Kami berniat menyuguhkan sajian teknologi canggih ke layar lebar,” ucap Eugene.

Tim produksi 22 Menit menggarap film berdurasi 75 menit ini dengan serius. Menurut Myrna yang telah melakukan penelitian di Polri selama setahun sebelum produksi dimulai, pihak Buttonijo rajin berkonsultasi dengan aparat demi akurasi adegan.

Sejumlah aktor yang terlibat adegan baku tembak diwajibkan untuk mengikuti boot camp agar bisa tampil meyakinkan. Bahkan, Buttonijo juga membangun kedai kopi dan pos polisi dalam ukurannyata 1:1 untuk diledakkan secara sungguhan.

“Kami menggunakan CGI (computer-generated imagery, red) untuk banyak adegan action di 22 Menit. Contohnya, adegan baku tembak antara polisi dan teroris. Lalu, karena ledakan kedai kopi dan pos polisinya beneran, kami juga harus pakai green screen untuk menggambarkan situasi Thamrin saat itu,” jelasnya.

Untuk urusan musik, pihak produksi mengandalkan komposer Andi Rianto yang hasil karyanya sudah tidak diragukan lagi. Andi mengaku gembira bisa bergabung dengan tim kreatif 22 Menit.

“Menurut saya, jalan cerita 22 Menit sangat menarik dan adegannya sangat bercerita. Apalagi adegan-adegan action-nya. Saya berharap sentuhan scoring yang saya buat mampu menghadirkan sisi emosional dari film ini,” ungkapnya.

Film 22 Menit melibatkan sejumlah pemain berbakat. Selain Ario Bayu dan Ade Firman Hakim, ada juga Ence Bagus, Ardina Rasti, serta lainnya. Film itu bakal beredar di bioskop mulai 19 Juli 2018 mendatang.

(mg3/jpnn/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital