Sabtu, 8 Agustus 2026

PKKMB Untad, Mahasiswa Tidak Akan Dipersulit Soal Atribut

PALU EKSPRES, PALU – Ketua Panitia Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2018 Universitas Tadulako (Untad), Dr. Intam Kurnia menegaskan, para mahasiswa baru Untad yang akan mengikuti PKKMB nantinya, tidak akan dipersulit terkait penggunaan atribut peserta.

Ia menyebutkan, para mahasiswa baru hanya diinstruksikan untuk menggunakan pakaian atasan putih dan bawahan hitam, tanpa menggunakan embel-embel tambahan selain pita penanda gugus yang digunakan di lengan masing-masing mahasiswa peserta.

Sedangkan untuk tanda pengenal atau ID card peserta, pihak panitia memberikan kebebasan kepada para mahasiswa baru untuk membuatnya sendiri, sesuai dengan kemauan atau kreatifitasnya masing-masing, asalkan dapat dikenali oleh panitia atau pendamping gugus.

“Atribut PKKMB nanti sangat simple, penanda gugus hanya menggunakan pita di lengan, dan ID card dibuat masing-masing oleh peserta,” kata Intam, kepada wartawan, di Rektorat Untad, Senin 23 Juli 2018.

Intam yang juga Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan FISIP Untad menambahkan, berdasarkan petunjuk dari Kemenristekdikti, kepanitiaan PKKMB tahun ini akan melibatkan tiga unsur yakni dosen, pegawai dan mahasiswa.

Para peserta PKKMB nantinya yang diperkirakan berjumlah lebih dari 9.000 orang, akan dibagi ke dalam 10 gugus yang berisi para mahasiswa baru dari berbagai fakultas, agar para mahasiswa dari fakultas yang berbeda dapat saling berbaur satu sama lain.

“Jadi tidak lagi dimobilisasi di ruangan-ruangan besar, seperti tahun lalu yang dilaksanakan di Auditorium lama, Auditorium utama dan gedung PKM. Nantinya, setiap gugus ada 20 orang pendamping, dan peserta dipastikan tidak lagi duduk di lantai,” jelasnya.

PKKMB Untad yang rencananya digelar pada 6-10 Agustus 2018, akan difokuskan pada materi-materi kebangsaan, sesuai dengan Surat Edaran dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI.

Setelah PKKMB tingkat Universitas, tiap fakultas diberi waktu pada 13-16 Agustus 2018 untuk membuat kegiatan pengenalan fakultas masing-masing, dengan kepanitiaan tersendiri yang berasal dari unsur fakultas.

(abr/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital