Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Pansus Temukan Sejumlah OPD Tidak Patuh Aturan

PANSUS

PALU EKSPRES, DONGGALA– Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Donggala dinilai tidak patuh terhadap peraturan perundang-undangan dalam mengelola Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017.
Hal itu terungkap dalam laporan Pansus Satu pada sidang paripurna yang digelar, Selasa 31 Juni 2018. Ketidakpatuhan tersebut menimbulkan banyaknya temuan sehingga mengakibatkan Kabupaten Donggala mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) untuk kali kedua dari BPK Perwakilan Sulteng.
Wakil ketua Pansus Satu, Asnudin mengungkapkan, ada 13 item temuan di sejumlah OPD atas ketidakpatuhan pada aturan perundang-undangan antara lain, kelebihan pembayaran belanja pegawai sebesar Rp427. 203. 864; Kelebihan pembayaran honor non ASN di dinas Perhubungan Donggala; Kelebihan pembayaran realisasi belanja perjalanan dinas.
Selanjutnya, belanja barang dan jasa pada 22 OPD melebihi ketentuan yang diatur dalam Keputusan Bupati sebesar Rp 115.548.237; realisasi belanja perawatan kendaraan bermotor pada Sekretariat DPRD Donggala sebesar Rp 138.578. 428; serta kemahalan harga pembelian barang yang diserahkan kepada masyarakat sebesar Rp325. 950. 377,00.

Selain itu lanjut Asnudin, adanya temuan kelebihan pembayaran atas realisasi belanja modal jalan sebesar Rp 1. 168.727. 261, 196; kekurangan volume pekerjaan jaringan air bersih sebesar Rp 171. 513. 144; ketidaksesuaian pelaksanaan dua pekerjaan dinas Pariwisata sebesar Rp 2. 205. 482. 195; kekurangan volume pekerjaan pembangunan Cartport gedung DPRD Donggala dan pagar keliling kantor Bupati Donggala sebesar Rp 234. 420. 592.

Denda keterlambatan yang kurang pungut atas pekerjaan jembatan Toaya-Taripa sebesar Rp 58. 933. 000; belanja hibah kegiatan STQ Tingkat Provinsi, dan keterlambatan penyetoran UP, Jasa Giro, dan ketekoran KAS pada dinas Perhubungan.
Diakhir penyampaianya, Asnudin mengingatkan kembali Bupati Donggala untuk segera menindaklanjuti temuan-temuan Pansus Satu tersebut. Selain itu politis PPP ini juga menyinggung temuan-temuan dari pihak ketiga dari tahun 2014 dan 2015 yang jumlahnya mencapai miliaran rupiah namun hingga kini belum belum jelas penyelesaiannya.
“Kami minta bupati tegas. Kalau masih ada yang belum mau melunasi kewajibannya, rekomendsikan saja ke jalur hukum untuk ditindaklanjuti,” tutup Asnudin.

(mg2/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital