Selasa, 11 Agustus 2026

Jokowi – Ma’ruf Amin Kuasai Pemilih Muslim, Prabowo – Sandi Dilirik Kaum Terpelajar

5b7bfc9260f981534852242-jokowi

 

PALU EKSPRES, JAKARTA – Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby menyatakan, bakal paslon capres – cawapres, Joko Widodo dan Ma’ruf Amin saat ini unggul pada basis pemilih muslim dengan dukungan 52,7 persen. Lawannya, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menarik dukungan kaum terpelajar dengan dukungan 44,5 persen.

LSI Denny JA memetakan enam kantong suara penting pada Pilpres 2019. Keenam kantong itu yakni pemilih muslim, pemilih non-muslim, pemilih wong cilik, pemilih emak-emak (perempuan), pemilih terpelajar dan pemilih millenials.

“Jokowi – Ma’ruf unggul di lima kantong suara, sementara Prabowo – Sandi unggul di satu kantong suara,” kata Adjie dalam jumpa pers temuan survei di Kawasan Rawamangun Jakarta, Selasa (21/8/2018).

Ia memaparkan, Jokowi – Ma’ruf unggul telak ketimbang Prabowo – Sandi pada kantong pemilih muslim dengan selisih 25,8 persen. Namun dalam segmen pemilih non-muslim paslon yang diusung Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat itu berjarak sedikit di mana mereka memperoleh dukungan 43,6 persen. Lawannya memperoleh 47,5 persen.

“Total pemilih non-muslim 10,1 persen,” ucap Adjie.

Pada segmen wong cilik yang diklasifikasikan dengan pendapatan dibawah Rp 2 juta, Adjie mencetuskan bahwa paslon yang dipromosikan Join itu mendapat dukungan sebesar 54,7 persen. Sementara Prabowo dan Sandi hanya memperoleh 25,2 persen.

“Segmentasi pemilih ini paling besar dengan jumlah populasi 58,5 persen,” katanya.

Kemudian, meski Sandi belakangan santer menyebut emak-emak namun dia dan Prabowo masih kalah dari Jokowi – Ma’ruf. Dalam segmen ini Join mendapat dukungan 50,2 persen dan Prabowo – Sandi memdapat 30 persen.

Keunggulan duet Prabowo dan Sandi terletak pada segmen kaum terpelajar. Adjie mengasosiakan segmen ini sebagai kelompok yang mempunyai kemampuan memberikan pengaruh kepada publik dan penggiring opini publik. Jumlah populasi pemilih ini hanya 9,9 persen.

Terakhir pada kantong pemilih millenials, Jokowi – Ma’ruf mendapat 50,8 persen sedangkan Prabowo – Sandi hanya memperoleh 31,8 persen.

“Segmen millenials berada pada usia dibawah 40 tahun. Dan potensi mereka sangat signifikan dalam Pilpres 2019 dengan jumlah populasi sebesar 44,8 persen,” tukas Adjie. (jaa)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization