Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

Teknologi Supra Intensif Akan Dimasukkan di APBN 2019

00-HAEL online

PALU EKSPRES, PALU– Program teknologi budidaya udang supra intensif skala rakyat telah menarik perhatian pemerintah pusat. Sebab sebelumnya, beberapa pejabat pusat yang telah menyaksikan keunggulan teknologi yang dikembangkan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulteng DR. Ir. Hasanuddin Atjo saat berkunjung ke lokasi percontohan budidaya udang teknologi supra intensif skala rakyat di Kelurahan Mamboro, Kota Palu, berkomitmen akan memperjuangkan di tingkat pusat agar teknologi ini bisa diimplementasikan secara nasional.
Komitmen itu diperkuat oleh Anggota Komisi IV DPR RI Sudin SE yang akan memperjuangkan teknologi supra intensif skala rakyat ini masuk dalam struktur APBN 2019.
“Mumpung saat ini belum penyusunan anggaran di DPR RI, sehingga saya akan memperjuangkan program teknologi supra intensif skala rakyat bisa masuk di APBN tahun mendatang (2019),” kata Sudin SE yang juga anggota Panitia Kerja Penyusunan Perundang-undangan Bidang Keluatan dan Perikanan saat berkunjung ke Palu akhir pekan kemarin.
Ia menilai, banyak manfaat yang akan diperoleh masyarakat, terutama para pembudidaya ikan jika teknologi supra intensif skala rakyat ini masuk dalam struktur APBN 2019. “Ini memudahkan daerah lain yang memiliki wilayah pesisir untuk menerapkan teknologi supra intensif skala rakyat karena ditopang kebijakan dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Terlebih lagi katanya, teknologi supar intensif sakal rakyat ini tidak membutuhkan lahan luas, sementara produktifitasnya sangat tinggi.
Dengan luas kolam 1000 meter bujursangkar atau 0,1 hektare, bisa menghasilkan udang vaname 15.000 kilogram per empat bulan.
“Saya dapat penjelasannya, investasi yang dibutuhkan untuk satu unit usaha sebesar 125 juta rupiah dan modal kerja per siklus (4 bulan) sebesar 40 juta rupiah. Produksi yang dihasilkan mencapai 1200 kg udang vaname dengan nilai jual sebesar 80 juta rupiah dan marjin sebesar 40 juta rupiah per siklus,” ujarnya.
Semerntara itu, Kepala Dinas Keluatan dan Perikanan (DKP) Sulteng, DR. Ir Hasanuddin Atjo MP menjelaskan, satu unit usaha budidaya udang teknologi supra intensif skala rakyat dapat dikelola oleh satu kepala keluarga atau 1 kelompok.
Ia mengungkapkan, salah satu Kelebihan dari teknologi ini, dapat diintegrasikan dengan sistem digitalisasi yang dinamakan E-Fishery sebagai bagian dari revolusi industri 4.0. Misalnya, petambak bisa mengontrol lingkungan budidaya, memberi pakan udang, manajemen stock dan pasar serta beberapa aspek teknis lainnya.
Ia menambahkan, teknologi supra intensif skala rakyat ini untuk menjawab peluang bonus demografi yang puncaknya di tahun 2030. Saat itu, penduduk Indonesia akan didominasi oleh kelompok generasi milenial, yang salah satu kebutuhannya adalah aktifitas ekonomi yang berbasis digitalisasi.
“Karena itu teknologi budidaya udang supra intensif skala rakyat menjadi salah satu pilihan dan motivasi bagi masyarakat umumnya dan generasi milenial khususnya untuk bekerja di desa, khususnya desa-desa pesisir,” ujarnya.

(fit/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital