Minggu, 9 Agustus 2026

Kasihan, Orang di Lingkungan Istana Melemahkan Jokowi

Fadlin online

PALU EKSPRES, JAKARTA – Direktur Strategi dan Analisis Data Lembaga Analisis Politik Indonesia (L-API) Fadlin Guru Don (FGD) menyayangkan ucapan Staf Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin karena menganggap #2019GantiPresiden sebagai gerakan makar.

Menurut Fadlin, reaksi Ali Ngabain itu sangat berlebihan. Karena itu, wajar jika ada pandangan bahwa orang di lingkungan Istana seperti yang ditunjukkan Ali Mochtar Ngabalin dianggap bentuk kepanikan Istana.

“Ucapan Ali Mochtar Ngabalin terhadap #2019GantiPresiden sebagai gerakan makar merupakan bentuk kepanikan Istana dan melemahkan Jokowi,” kata Fadlin di Jakarta, Ahad (2/9/2018).

Lebih lanjut, Fadlin mengatakan reaksi Ngabalin tersebut juga memunculkan pandangan bahwa pihak penguasa bersikap intimidatif terhadap hak-hak warga negara.

“Kami kasihan, Pak Jokowi yang selama ini terlihat sejuk dan ramah tapi tercederai oleh sikap orangnya sendiri yang kadang-kadang loss control,” ucapnya.

Akademisi Universitas Mercu Buana ini mengatakan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sejauh ini sangat tinggi. Namun begitu, orang seperti Ngabalin harus didiamkan demi menjaga kestabilan elektabilitasnya.

“Untuk menjaga kestabilan elektabilitas, Jokowi harusnya mendiamkan orang seperti Ngabalin, ada waktunya Ngabalin harus bicara, misalnya menyosialisasi program dan keberhasilan Jokowi atau mempromosikan Jokowi saat kampanye nanti, bukan justru menjadi duri dalam daging seperti itu,” imbuh Fadlin.

FGD juga mengingatkan kepada Jokowi untuk berhati-hati kepada timbulnya opini publik yang menganggap rezim Jokowi sebagai rezim otoriter yang dapat mengacam pada kekalahannya di Pilpres 2019. Karena, menurutnya sikap persekusi terhadap Neno Warisman di Riau dan Ahmad Dani di Surabaya merupakan sikap represif terhadap kebebasan warga negara dalam berpendapat dan berserikat.

Fadlin juga mengatakan bahwa IQ Ngabalin telah over capacity dalam menafsirkan tagar 2019 ganti presiden sebagai gerakan makar.

“IQ Ngabalin telah over capacity dalam menerjemahkan tagar 2019 ganti presiden sebagai gerakan makar. Dia kelebihan cerdas. Masa iya, rakyat sendiri harus dianggap sebagai musuh yang mengancam kekuasaan, lagi pula apa indikatornya? Penyerangan tidak ada, senjata tak punya. Harusnya pikiran Ngabalin mengikuti undang-undang bukan undang-undang yang harus mengikuti pikirannya,” terang Fadlin.

FGD juga mengingatkan Ngabalin agar berhenti berpikir suudzon kepada rakyat Indonesia. Menurutnya, rakyat Indonesia masih sangat mencintai Negara Kesatuan Repoblik Indonesia.
Fadlin juga khawatir, jika kecurigaan semacam ini terus diembuskan justru memprovokasi rakyat untuk saling berhadap-hadapan. Kata Fadlin, pendukung Prabowo dan Jokowi selama ini cukup bersilang pendapat jangan lagi membuat peperangan di antara mereka.

Fadlin juga mengingatkan kepada para elite negara untuk tetap menjaga perbedaan ini sebagai keniscayaan dalam berdemokrasi, bukan sebagai ruang untuk saling adu kekuatan dalam menindas yang lain.

(fri/jpnn)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization