Rabu, 9 September 2026

Budidaya Perikanan Terendah, NTP Nelayan Masih Tertinggi

BPS Sulteng

PALU EKPSRES, PALU– Subsektor perikanan selama bulan Agustus 2018 mengalami kenaikan nilai tukar petani (NTP) sebesar 0,11 persen, yakni dari 107,24 pada Juli menjadi 107,36 pada Agustus 2018.
Kepala Bidang Statistik Distribusi, G.A. Nasser, SE, MM, menjelaskan, kenaikan nilai tukar petani di subsektor ini disebabkan oleh kenaikan indeks harga yang diterima petani sebesar 0,49 persen, lebih tinggi dari kenaikan indeks harga yang dibayarkan petani sebesar 0,37 persen.

Nasser mengatakan, andil kelompok perikanan tangkap sangat signifikan terhadap kenaikan NTP di subsektor perikanan tersebut. Pada kelompok ini , terjadi kenaikan nilai tukar petani sebesar 0,29 persen, yakni dari 115,51 pada Juli menjadi 115,84 pada Agustus 2018.
Posisi ini menjadikan NTP Perikanan Tangkap sebagai NTP tertinggi seluruh subsektor,” kata Nasser, Senin (3/9/2018).
Nasser menjelaskan, tingginya nilai tukar di subkelompok perikanan tangkap ini disebabkan oleh indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan sebesar 0,62 persen, lebih tinggi dari kenaikan indeks harga yang dibayar petani, yaitu naik sebesar 0,34 persen.
Berbeda dengan kelompok perikanan tangkap, pada kelompok perikanan budidaya (NTPi) lanjutnya, mengalami penurunan indeks nilai tukar sebesar 0,46 persen, yakni dari 85,53 pada Juli menjadi 85,14 pada Agustus 2018. Angka ini sekaligus menempatkan nilai tukar perikanan budidaya (NTPi) pada posisi terendah dari seluruh NTP di berbagai subsektor yang ada di Sulteng.

Rendahnya nilai tukar di kelompok perikanan budidaya dipengaruhi oleh naiknya indeks harga yang diterima pelaku perikanan budidaya sebesar 0,01 persen, lebih rendah dari kenaikan indeks harga yang dibayar, yang naik sebesar 0,47 persen. Ini karena naiknya indeks harga pada subkelompok budidaya air laut dan subkelompok budidaya air payau masing- masing sebesar 0,07 persen dan 0,60 persen.
Secara keseluruhan, indeks harga yang dibayar pelaku usaha di subsektor perikanan naik sebesar 0,37 persen yang berasal dari naiknya indeks harga konsumsi rumahtangga sebesar 0,56 persen. Pada kelompok perikanan tangkap (NTN), terjadi kenaikan indeks harga yang dibayar sebesar 0,34 persen, yang disebabkan oleh naiknya indeks harga konsumsi rumahtangga sebesar 0,56 persen.
Demikian juga pada kelompok perikanan budidaya (NTPi), indeks harga yang dibayar pelaku usaha perikanan budidaya naik sebesar 0,47 persen. Hal ini disebabkan oleh naiknya indeks harga konsumsi rumahtangga dan biaya produksi, masing-masing sebesar 0,55 persen dan 0,29 persen.
Secara umum, sesuai hasil pemantauan harga penjualan komoditas hasil pertanian di tingkat produsen, biaya produksi, dan konsumsi rumahtangga terhadap barang/jasa di wilayah perdesaan selama Agustus 2018 menunjukkan bahwa NTP Provinsi Sulawesi Tengah turun sebesar 0,86 persen. Yakni, dari 97,76 pada Juli menjadi 96,92 pada Agustus 2018. Hal ini disebabkan oleh indeks harga yang diterima petani mengalami penurunan sebesar 0,54 persen, sedangkan indeks harga yang dibayarkan petani mengalami kenaikan sebesar 0,33 persen.

(fit/palu ekspres)

 

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam