Sabtu, 8 Agustus 2026

Pemerintah Harus Jelaskan Penyebab Pelemahan Rupiah Secara Konkret

rupiah

PALU EKSPRES, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memaparkan perihal pelemahan Rupiah hingga mencapai level Rp 14.900/dollar AS tidak serta merta disebabkan oleh sentimen global yang kuat. Untuk itu pemerintah berupaya mencari titik lemah dalam negeri supaya bisa mendapatkan solusinya.

“(Sentimen global) memang kuat tapi masalahnya kita tidak bisa cuma jelaskan dari sentimen doang. Jadi harus ada juga yang konkret ya di titik lemah kita, ya itu di transaksi berjalan di neraca perdagangan kita,” kata Darmin di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit USD 3,08 miliar. Dimana penyebabnya adalah impor migas. Sebenarnya kinerja neraca perdagangan non migas mengalami surplus akan tetapi tak dapat menutup defisit migas. Belum lagi transaksi berjalan yang angka defisitnya lebih besar dibandingkan neraca perdagangan.

“Melihat situasi itu tekanan di luar terus berjalan ada yang sifatnya agak cepat, tapi se instan-instannya tak bisa mengimbangi pergerakan harian,” kata Darmin.

Untuk itulah pemerintah bergerak cepat menghadapi situasi ini dengan melaunching mandat B20 ke semua sektor. Meski, diakui Darmin meski B20 sudah bergerak tapi respon pasar juga tak kalah cepatnya. Akan tetapi dengan campuran CPO sebesar 20 persen untuk BBM PSO dan non PSO maka diperkirakan sampai akhir tahun akan ada penghematan impor tiap harinya.

“Seperti apa hasilnya B20 kalau tidak ada hambatannya bisa saja (membantu),” ujarnya.

Diakui Darmin, memang mandatory B20 belum sepenuhnya dapat menyelesaikan defisir neraca perdagangan akan tetapi akan mengurangi beban. Diharapkan adanya B20 maka transaksi berjalan yang tadinya sudah defisit 3 persen pada triwulan II-2018, kemungkinan akhir tahun bisa turun ke 2,7 persen hingga 2,6 persen.

(uji/JPC)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital