Minggu, 9 Agustus 2026

Pemerintah Bohong, Fundamental Ekonomi Indonesia Tidak Kuat!

anwar nasutionn

PALU EKSPRES, JAKARTA– Pernyataan pemerintah yang kerap kali lebih menyalahkan faktor eksternal atas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dikritisi.
Ekonom senior, Anwar Nasution menegaskan Indonesia sesungguhnya secara berkala sudah mengalami krisis. Mulai dari 1990, 1997/1998, termasuk tahun 2018.

Namun kebiasaan pemerintah, kata Anwar, hanya berupaya mencari kambing hitam. Padahal kesalahan sesungguhnya datang dari internal sendiri. Pemerintah selama ini seakan tidak pernah belajar dengan kondisi tersebut.

“Biasanya orang Indonesia hanya mencari kambing hitam, nggak pernah bercermin, kita sudah terlalu lama. Fundamental ekonomi kita lemah sekali, bohong itu pemerintah fundamental kita kuat,” tegasnya dalam diskusi bertajuk “Bisakah Bersatu Menghadapi Krisis Rupiah” di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (8/9/2018).

Fundamental ekonomi lemah, menurut Anwar, ditandai dengan penerimaan pajak yang hanya 10 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sementara rata-rata di dunia adalah 20 persen dari PDB.

“Jadi separuh. Padahal kita sudah 73 tahun merdeka. Tapi malah ekonomi kita sangat rawan terhadap gejolak luar negeri,” jelasnya.

Hal itu diperparah dengan makin besarnya biaya pembayaran utang luar negeri yang harus dibayarkan negara ini akibat kurs dolar yang terus meningkat. Ujung-ujungnya, rakyat pun ikut-ikutan susah.

“Harga tempe naik karena kedelainya impor. Sangat rawan terhadap gejolak luar negeri itu, tabungan kita sangat rendah, maka pemerintah ngutang, jual obligasi, siapa yang beli? 70 persen yang beli adalah orang asing. Ketiga, ekspor kita nggak jalan. Mana ada BUMN yang ekspor? Nggak ada,” pungkas Anwar yang Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) ini.

(lov/RMOL)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital