Sabtu, 8 Agustus 2026

Upaya Pemerintah Tarik Kembali Modal Asing Jadi Amunisi Rupiah Menguat

penukaran mata uang

PALU EKSPRES, JAKARTA – Perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masih terus mencoba bangkit perlahan dengan berbagai sentimen posotif yang dilakukan pemerintah.

Analis AAEI Reza Priyambada mengatakan, sejumlah berita dan penilaian positif terhadap ekonomi Indonesia melalui serangkaian upaya yang dilakukan Pemerintah diharapkan masih bertahan untuk membuat laju Rupiah tetap pada kenaikannya.
Menurutnya, pelemahan Rupiah yang berkurang juga diharapkan dapat kembali berlanjut. “Diperkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 14.840-14.827. Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah,” ujarnya Kamis (13/9/2018).

Reza menjelaskan, setelah sempat melemah beberapa poin, laju rupiah kembali mampu terangkat. Adanya penilaian upaya Pemerintah untuk kembali menarik aliran modal asing di tengah volatilitas yang terjadi pada sejumlah negara emerging market memberikan dorongan pada Rupiah.

“Lawatan Presiden pada sejumlah negara dan kehadiran Indonesia di World Economic Forum memberikan penilaian akan adanya investasi yang masuk ke Indonesia,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga telah mulai mengurangi defisit transaksi berjalan dengan memprioritaskan proyek-proyek infrastruktur serta berupaya menarik lebih banyak penghasilan ekspor.

Tak ketinggalan Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) telah menaikkan tingkat suku bunga penjaminan untuk simpanan dalam rupiah dan valuta asing (valas) dimana langkah ini dilakukan untuk mengakomodasi pengetatan moneter dan kecenderungan risiko likuiditas yang lebih tinggi akibat meningkatnya penyaluran kredit.

Seperti diketahui, tingkat bunga penjaminan dalam rupiah dan valas di Bank Umum masing-masing naik 25 bps menjadi 6,5 persen dan 50 bps menjadi sebesar 2 persen.

Sementara itu, laju USD masih terlihat menguat dibandingkan sejumlah mata uang lainnya di tengah kekhawatiran masih berlangsungnya perang dagang AS-Tiongkok.

(mys/JPC)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital