Selasa, 18 Agustus 2026
Palu  

Merawat Tenun Kebangsaan dengan Bijak di Media Sosial

PALU EKSPRES, PALU – Tak bisa dimungkiri, di samping kelebihannya, media sosial (medsos) juga menjadi ancaman nyata. Ancamannya tidak hanya menyasar wilayah privat, komunitas atau kelompok. Dalam spektrum yang lebih luas, media sosial bahkan bisa menghadirkan horor bagi negara. Jika tidak dikelola dengan baik, maka bangsa ini tidak akan mendapatkan manfaat sedikitpun dari sana. Justru akan menuai tragedi yang akan mengancam eksistensi negara. Menyadari sisi lain kehadiran teknologi informasi ini, Kementerian Informasi dan Komunikasi RI bekerjasama dengan Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI)Pusat, menggelar workshop literasi media dengan menghadirkan sejumlah pembicara yang cukup mumpuni di bidangnya, Anas Saidi dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Siti Meiningsih dari Kominfo RI serta KS Arsana dari PHDI Pusat.

Karena itu dalam kegiatan kali ini, Kominfo mengambil tema yang terlihat sangat relevan dengan kondisi kekinian. Dimana sebagian masyarakat Indonesia sangat familiar dengan gawai di tangannya. Pada setiap gawai tertanam 2 atau 3 akun media sosial di dalamnya. Merawat Kebhinekaan dengan Bijak Bermedia Sosial, adalah tema yang sengaja dipilih untuk mengingatkan, betapa kehadiran media sosial perlu dikelola dengan bijak dan hati-hati. Dengan demikian masyarakat bisa mengambil nilai tambah dari kehadiran teknologi informasi. Sehingga tidak menjadi korban dari dampak negatif yang ditimbulkannya. Workhsop berlangsung di Palu, sabtu 8 September 2018, dihadiri 100-an lebih mahasiswa dan umat Hindu di Sulawesi Tengah serta perwakilan dari pemerintah dan pers.
Mengawali workshop yang berlangsung sehari itu Anas Saidi dari BPIP memperlihatkan cuplikan video pidato Presiden pertama RI Soekarno yang sangat monumental di sidang umum Perserikatan Bangsa Bangsa tentang ideologi negara Pancasila. Saidi mengaku perlu merefresh kembali ingatan generasi muda terhadap Pancasila dengan peristiwa bersejarah itu. Pasalnya, mayoritas generasi muda Indonesia yang lahir pascareformasi atau generasi milenial adalah generasi yang absen pada Pancasila. Karenanya, mereka-mereka perlu mendapat asupan yang cukup mengenai ideologi negara. Dengan demikian kata dia, mereka tidak mudah tercerabut dari akar ideologinya di tengah banyaknya tawaran ideologi dari luar. Kelompok kelompok itu menurut dia berupaya mendelegitimasi nilai-nilai Pancasila dan menggantinya dengan ideologi lain. Merebaknya faham ideologi lain, sebut Saidi salah satunya disebabkan oleh generasi muda yang tidak paham terhadap Pancasila. Padahal substansi demokrasi adalah perlindungan abslout kepada mimoritas. Ia melanjutkan fenomena, absennya generasi muda dari Pancasila dapat dilihat dari pemahaman terhadap ideologi negara yang kurang. Serta menguatnya politik berbasis identitas tertentu. Kemudian inklusi sosial. Ini ditandai dengan meruyaknya perdebatan yang tidak produktif di linimasa media sosial. ”Mayoritas perdebatan itu tidak menyentuh hal-hal substantif,” ujarnya mengingatkan. Lalu terakhir adalah kelembagaan Pancasila. Generasi milenial yang tumbuh kembangnya seiring dengan perkembangan teknologi informasi praktis kehilangan figur panutan. Padahal kelembagaan Pancasila salah satunya bisa dilihat dari sejauhmana nilai-nilai Pancasila terinternalisasi dalam diri para elit melalui tindakan dan tutur katanya. Nah untuk yang satu ini, praktis susah ditemukan. Malah banyak elit entah itu di legislatif maupun eksekutif yang tersangkut kasus korupsi. Ketika generasi muda tidak mendapatkan figur ideal di kehidupan nyata, mereka mengalihkam perhatiannya ke media sosial. Di sana, di lini media sosial, narasi yang ditawarkan malah narasi yang tidak substansif. Bahkan berisi ujaran kebencian, informasi palsu atau fake news. Malah yang paling mengerikan sebutnya, adalah tawaran ideologi di luar Pancasila. Karena itu BPIP sangat merespons workshop yang disponsori Kominfo RI dan PHDI sebagai ajang untuk menjembatani gap yang makin lebar tentang ideologi akibat kehadiran sosial media yang nyaris tanpa filter itu.

Fenomena kehadiran teknologi media dengan segala variannya, sebut Siti Meiningsih dari Kominfo RI, yang menjadi pembicara berikutnya, sejatinya harus mampu memberi nilai tambah bagi bangsa Indonesia. Baik dalam konteks pribadi maupun sebagai bangsa. Indonesia sebut dia, sebagai pengguna internat terbesar keempat di dunia memang menjadi pasar empuk untuk menawarkan berbagai produk. Entah itu produk komersial maupun produk ideologi yang belum tentu sejalan dengan nilai dan falsafah negara. Di titik ini sebut perempuan berkerudung ini, generasi muda harus mampu menjadi pemain inti untuk mengambil keuntungan lebih, dari kehadiran teknologi ini.
Ia mencatat, pengguna internet di Indonesia mencapai 143, 26 juta jiwa atau 54, 68 persen dari 262 juta jiwa lebih penduduk Indonesia saat ini. Dari jumlah itu, rata-rata aktif di media sosial. Dan sebagian besar dari penguna media sosial itu adalah generasi muda. Sebenarnya sebut Meiningsih yang pernah mengambil studi tentang teknologi informasi di Jepang ini, kecenderungan masyarakat khususnya generasi muda memanfaatkan teknologi informasi sangat beralasan. Teknologi digital menawarkan berbagai kemudahan dan biaya murah dibandingkan dengan cara konvensional. Transformasi digital sebutnya, melahirkan layanan dari manual based menjadi elektronic based. Misalnya, budaya silaturahmi (kopi darat) menjadi pertemuan di sosial media. Atau, kebiasaan belanja di pasar konvensional berubah menjadi belanja online. ”Ini adalah dampak teknologi yang tidak bisa diabaikan. Harus diterima dan dihadapi sebagai bagian dari hidup sehari-hari,” ungkapnya di depan ratusan peserta workshop. Realitas ini harus dihadapi dan dimanfaatkan sehingga bisa memberi nilai tambah baik dari sisi pribadi yang bersangkutan maupun sebagai bangsa. Di fase inilah generasi muda ditantang, bagaimana kehadiran media sosial bisa bermanfaat. Bukan sebaliknya. Ia menyebut ada femomena yang sebenarnya tidak cukup bagus di kalangan penikmat informasi digital ini. Kenyataan bahwa 4 dari 10 pengguna internat sangat aktif di media sosial. Kemudian 60 persen di antara pengguna media sosial ini tak punya rekening di bank, Lalu, 85 persen dari yang tak punya rekening tabungan itu, ternyata kesehariannya menenteng gawai. Fenomena ini katanya bisa ditarik kesimpulan bahwa publik Indonesia masih gagap menggunakam media digital. Menurutnya, dari sinilah kemudian Kominfo RI merasa perlu melakukan edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana menggunakan media sosial. Fenomena gagapnya sebagian pengguna media digital setidaknya dapat terlihat dari sejumlah akun yang ditake down oleh Kominfo RI. Akun-akun media sosial yang diblokir di antaranya berisi ujaran kebencian (hate speech) dan berita bohong (fake news) . ”Kepentingannya dari sisi kepentingan negara. Jika negatif bagi kepentingan negara pasti akan diblokir,” ujarnya ditemui terpisah. Karenanya, ia meminta kepada generasi muda mewaspadi bahaya laten di dunia maya itu. Caranya, dengan tidak mudah terpengaruh informasi yang seliweran di layar gawai. Self control (pengendalian diri) adalah hal terpenting dalam menghadapi rimba informasi di media sosial. Ketika menemukan informasi sumir maka langkah yang dilakukan adalah mengecek kebenaran informasi yang disampaikan. Ia mengingatkan, pegiat media sosial tidak langsung merepost postingan tanpa merichek kembali informasi yang disampaikan. Hukuman berat menanti mereka yang gemar memposting, ujaran kebencian dan berita palsu. Undang Undang Nomor 11/2008 tentang ITE memberikan ganjaran berat bagi pelaku. ”Karena itu bijaklah bermedia sosial,” pesannya.

Pembicara terakhir, KS Arsana dari PHDI Pusat, melihat toleransi dalam kehidupan bernegara dalam perspektif spiritualitas Hindu. Keberagaman kata dia adalah kodrat mutlak. Tak seorang pun manusia di muka bumi yang mengingkari keberagaman. Suka atau tidak suka. Banyak ciptaan Tuhan yang mengindikasikan betapa keberagaman akan menghasilkan sesuatu yang indah. Pelangi misalnya. Pelangi disebut indah karena warnanya yang beragam. Atau denting piano akan terdengar indah karena rangkaian 7 tangga nada yang beragam. Di antara denting nada-nada itu diantarai dengan senyap. Jika piano terus menerus menghasilkan bunyi tanpa jeda senyap juga tidak akan menghasilkan suara yang indah. Olehnya, dalam spiritualitas Hindu dikenal nyepi atau yoga. Keduanya membutuhkan keheningan. Dari situ seorang Hindu bisa meresapi indahnya kehidupan. Artinya keberagaman itulah yang melahirkan keindahan. Selanjutnya ia mengatakan, kebesaran dan keindahan alam semesta ada pada warna-warni keanekaragamannya. Ini adalah ciri alamiah dan sekaligus ilmiah dari alam semesta.”Keanekaragaman merupakan hukum alam semesta untuk proses pertumbuhan menuju ke kesempurnaan. Jika seperti itu sambung Arsana apakah kita masih mengingkari keberagaman sebagai sesuatu yang indah,” tanyanya disamput aplaus peserta workshop. Karena itu semangat keberagaman inilah yang harus dibawa generasi muda Hindu dalam menjalankan misi bernegara. Pertanyaan kemudian lanjut akademisi Universitas Gajah Mada ini, adalah bagaimana generasi muda Hindu merespons hingar bingar dialektika di media sosial. Sikap terhadap bermedia sosial sangat ditentukan oleh persepsi. Karena itu sikap harus mencerminkan 4 hal yang menjadi pemandu perilaku manusia. Yaitu, pikiran yang menjadi sikap, kemudian sikap menjadi perilaku dan perilaku menjadi kebiasaan sehari-hari. Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana sikap seseorang terhadap dirinya sendiri. Bagi seorang Hindu katanya, keharmonisan itu ada dua arah. Vertikal maupun horisontal. ”Dan keempat tujuan itu saling terkait dengan Dharma sebagai fondasi dan Moksha sebagai puncak akhir,” ulasnya rinci. Diakhir paparannya KS Arsana, mengingatkan generasi muda Hindu tak menggunakan kekerasan. Entah itu kekerasan verbal apa lagi kekerasan fisik. Hindu tak mengenal kekerasan dalam setiap inci ajarannya. Karena itu bijaklah bermedia sosial. Jangan menggunakan kekerasan sekalipun itu dalam bentuk narasi. Karena hanya dengan sikap itulah kita bisa merawat tenun kebangsaan. Salah satunya adalah bijak di media sosial,” tutupnya saat ditemui terpisah.

(yardin hasan/palu ekspres)

Mekanisme Pembayaran Paylines Pada Mahjong Ways Diperkenalkan Agar Pemain Tahu Potensi Menang
Strategi Bertahan Dalam Mahjong Ways Saat Tren Kekalahan Diatur Melalui Panduan Terlengkap
Tabel Pembayaran Mahjong Ways Dibaca Terlebih Dahulu Sebelum Menentukan Besaran Taruhan
Sistem Acak RNG Pada Mahjong Ways Memiliki Fakta Penting Yang Wajib Dipahami Pemain
Transformasi Simbol Emas Menjadi Wild Dalam Mahjong Ways Dimaksimalkan Untuk Meraih Kemenangan
Teknologi Yang Semakin Adaptif Dan Terintegrasi Membantu Kasino Online Mengikuti Perkembangan Zaman
Pengembalian Kasino Online Dibandingkan Melalui Sinkronisasi Akurat Dengan Mekanisme Digital Dan Analisis Modern
Transformasi Kasino Online Diidentifikasi Riset Informatika Untuk Menjelaskan Pergeseran Ekosistem Digital
Dinamika Sistem Kasino Online Terungkap Melalui Deteksi Anomali Algoritmik Dengan Data Komprehensif
Era Baru Kasino Online Dimasuki Seiring Meningkatnya Konektivitas Dan Inovasi Teknologi
Pemodelan Terukur Menerangkan Dinamika Probabilistik Kasino Online dalam Menghasilkan Pola Virtual Mutakhir
Pengalaman Interaktif Kasino Online Berkembang Berkat Pemrosesan Data yang Cerdas
Perkembangan Teknologi Interaktif Mendorong Kasino Online Memasuki Generasi Platform yang Lebih Modern
Kasino Online dari Platform Digital Menuju Ekosistem Interaktif yang Semakin Menarik Perhatian Publik
Kecerdasan Adaptif Kasino Online Mendorong Transformasi Industri Permainan Digital Modern
Dokumentasi Kasino Menjadi Fondasi Penting dalam Menjaga Jejak Keamanan Kepatuhan dan Transparansi Sistem
Peta Kerapatan Probabilitas NextSpin Membantu Menghubungkan Indeks Gates of Olympus dengan Pendekatan Sains
Pengelolaan Dokumentasi Kasino Membantu Memperkuat Keamanan Sistem dan Memastikan Kepatuhan Infrastruktur Secara Lebih Terstruktur
Analisis RTP Membantu Memahami Mengapa Jam Main Tidak Selalu Menunjukkan Pola Hasil Permainan yang Sama
Desain Kalkulatif Probabilitas Sweet Bonanza Candyland Membuka Arah Baru dalam Pengolahan Data PGSoft Berbasis Komputasi
Fenomena Mahjong Ways
Free Spins Mahjong Ways
Paytable Mahjong Ways
Cara Mahjong Ways 2
Mahjong Ways
Mahjong Ways 2 Kasino Online
Perspektif Baru Mengubah Cara Memahami Perjalanan Kasino Digital Dihadirkan Ruang Interaktif
Strategi Kasino Online Tetap Menarik Di Tengah Persaingan Ketat Hiburan Online Dikupas Media Digital
Arah Baru Di Dunia Taruhan Dibawa Ketika Teknologi AI Mengubah Permainan Bakarat Kasino Online
Narasi Baru Dalam Evolusi Permainan Baccarat Di Indonesia Dibawa Oleh Fenomena Teknologi
Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Berubah Saat Baris Tambahan Pada Studi Kasus Mahjong Ways
Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Sering Disalahartikan Sebagai Penanda Hasil Putaran Berikutnya
Tampilan Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dibandingkan Dalam Menyajikan Informasi Fitur Pada Layar Seluler Modern
Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Hingga Menjadi Bagian Industri Game Digital Modern Direkapitulasi
Fungsi Scatter Mahjong Ways Dikenali Tanpa Mencampurkannya Dengan Peran Wild Dalam Susunan Kemenangan
Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital Diungkap Melalui Penyelaman
Perjalanan Mahjong Ways 2 Menghadapi Perubahan Tren Di Industri Hiburan Digital Diungkap Media Gaming
Catatan Perubahan Platform Interaktif Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain Menampilkan Baccarat
Wacana Kasino Online Jadi Sorotan Baru Masyarakat Akibat Pergeseran Media Modern
Bakarat Digital Jadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern Dibawa Oleh Perubahan Gaya Platform
Pengambilan Keputusan Secara Real-Time Dioptimalkan Kasino Online Berbasis Data Adaptif
Konsistensi Kinerja Di Berbagai Situasi Terjaga Melalui Infrastruktur Digital Adaptif
Peluang Baru Untuk Peningkatan Produktivitas Terbuka Lewat Pengelolaan Kasino Online Berbasis Infrastruktur
Melihat Perkembangan Teknologi Lewat Narasi yang Mengiringi Kasino Online di Indonesia
Stabilitas Sistem Pada Lingkungan Kasino Yang Dinamis Didukung Oleh Otomasi Digital Terintegrasi
Laporan Media Terbaru Ungkap Perjalanan Mahjong Ways dan Dampaknya pada Komunitas Indonesia
Catatan Media Mengulas Perjalanan Baccarat di Tengah Transformasi Teknologi Global
Strategi Pengelolaan Kasino Digital Dioptimalkan Berkat Sistem Analitik Modern
Transformasi Kasino Online Menghadirkan Interaksi Digital Baru di Era Teknologi
Saat Platform Baccarat Makin Interaktif Memicu Perubahan Cara Pembahasan di Dunia Maya
Perjalanan Baccarat dalam Transformasi Media Digital Mengubah Wajah Industri Hiburan
Baccarat Jadi Bagian Evolusi Platform Interaktif Transformasi Dunia Hiburan Digital
Observasi Teknologi Ungkap Pergeseran Narasi Permainan Baccarat dan Dampaknya bagi Pemain
Transformasi Media Bicara Perjalanan Baccarat Melalui Pengalaman Digital yang Mengubah Cara Pandang
Teknologi Kasino Online Mampu Mengolah Data Digital Berkat Perkembangan Perangkat Keras Dan Lunak
Perjalanan Platform Interaktif Mengubah Narasi Kasino Online dengan Perspektif Baru
Kebutuhan Terhadap Sistem Komputasi Kasino Online Semakin Meningkat Seiring Pesatnya Transformasi Digital
Komputasi Menjadi Salah Satu Fondasi Utama Yang Mendorong Kemajuan Teknologi Kasino Online Di Era Modern
Hampir Seluruh Aktivitas Kasino Online Saat Ini Memanfaatkan Sistem Komputasi Dalam Prosesnya
Jalur Pembayaran Yang Putus Setelah Cascading Pada Mahjongways Kasino Online Dibaca Dengan Teknik Ini