Sabtu, 8 Agustus 2026

BI Naikkan Suku Bunga, Ini Kata Sri Mulyani

PALU EKSPRES, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai
keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga sudah
tepat. Menurutnya, hal itu sejalan dengan kondisi global yang tidak
menentu.

“Saya rasa BI membuat keputusan sesuai dengan lingkungan yang
sekarang ini,” ujarnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis
(27/9/2018).

Selain itu, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia juga menghargai
langkah-langkah untuk menaikkan suku bungan demi menjaga ekonomi di
negeri. Apalagi, nilai tukar rupiah masih belum mencerminkan USU.

“Suatu keputusan yang sesuai dengan kebutuhan kita untuk menjaga
stabilitas dan menjaga momentum ekonomi tetap stabil,” tuturnya.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) menetapkan kembali BI
Rate Reverse Repo 7 hari sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75
persen. Sebelumnya, suku bunga acuan juga dinaikkan dari sebelumnya
5,25 persen menjadi 5,5 persen.

Keputusan itu adalah untuk mempertahankan stabilitas makroekonomi dan
sistem keuangan.

Selain itu, terus dilakukan untuk mendukung ekonomi dengan tetap
dinamis dan global atau domestik. Berhasillah dalam menjaga defisit
transaksi berjalan.

Bersamaan dengan penetapan BI 7-hari Reverse Repo Rate, Bank
Indonesia juga menaikkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps
menjadi 5 persen dan Fasilitas Pinjaman naik 25 bps menjadi sebesar
6,5 persen.

“Keputusan tersebut konsisten dengan upaya-upaya untuk mempertahankan
keuangan dan mengendalikan masalah dalam melangkah aman,” kata
Gubernur BI, Perry Warjiyo di Gedung BI Jakarta, Kamis (27/9/2018).
“BI menghargai dan mendukung langkah-langkah untuk mengendalikan Cad
dalam mendorong ekspor dan mengurangi impor,” tambahnya.

Bank Indonesia akan mengoptimalkan bauran kebijakan moneter,
makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk keseimbangan antara
makroekonomi dan sistem keuangan dengan proses pemulihan ekonomi yang
sedang berlangsung.

Langkah ini dilakukan BI dengan terus menggunakan sistem keuangan.
“Bank Indonesia juga semakin kuat dalam menjaga perekonomian dan
keuangan,” tandasnya.

(hap / JPC)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital