Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

Onggokan Beton Mulai Hilang

00-FOTO A

 

PALU EKSPRES – Hari kedua normalisasi kawasan Kelurahan Petobo, alat berat dari Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) yang diturunkan hanya meratakan bangunan yang berdiri di atas gundungan tanah.
Berbeda dengan kawasan Balaroa yang terlihat rata dan tidak bergelombang, kawasan Petobo tidak bisa dibuat rata sejajar dengan permukaan tanah awal. Lumpur yang kini mulai mengering dibiarkan tetap menggunung. Alat berat TNI hanya menggusur bangunan rumah yang tampak mencuat di sana sini. Tebalnya lumpur yang sejajar dengan atap rumah menyulitkan jika harus dibuat sejajar dengan permukaan tanah asal.
Demikian disampaikan petugas pengawas di Petobo, Kamis 1 November 2018. Mewakili Komandan Detasemen Zipur, Mayor CZI Catur Witanto, yang juga Komandan Yonzipur 8 Sakti Mandra Guna, Kodam XIII Merdeka, menjelaskan, aktifitas perataan yang dilakukan di Kelurahan Petobo ini, sama halnya yang dilakukan di Kelurahan Balaroa. Hal ini sesuai perintah Wakil Presiden RI, yang ditindaklanjuti Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu.
“Seluruh bangunan yang rusak-rusak ini bakal kami ratakan, sesuai perintah komando atas,” sebut Catur.
Lokasi terdampak likuifaksi yang bakal diratakan ini, seluas hampir 180 hektar. Yang terdiri dari perumahan, sawah dan ladang. Adapun fokus yang diratakan, kata Catur, yakni kompleks perumahan yang sudah porak poranda dilanda likuifaksi. “Jadi di sini kami dari TNI/Polri tidak sendiri, selain dari Yonzipur 8 dan Yonzipur 17 Mulawarman, kita juga dibantu pihak ESDM, Pemerintah Daerah juga perusahaan-perusahaan yang memiliki alat berat,” tutur Komandan Yonzipur ini.
Tujuan meratakan lokasi terdampak likuifaksi ini menurut dia, agar masyarakat terhindar dari wabah demam berdarah serta penyakit kolera, apalagi saat ini sudah masuk ke musim penghujan. Bukan tidak mungki kata Catur, wabah penyakit tersebut bersarang di bangunan-bangunan yang rusak tersebut. “Tujuan lainnya, juga untuk menghilangkan trauma masyarakat, agar masyarakat bsa mulai aktifitas dan memanfaatkan lahan sebagai ruang terbuka hijau,” jelasnya. Pihaknya menargetkan, pengerjaan meratakan lokasi terdampak bencana likuifaksi ini, selesai sebelum 1 bulan. Untuk itu, seluruh personel yang terlibat, bakal bekerja secara stimultan.
(kia/Palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital