Minggu, 9 Agustus 2026

Wiranto: Aksi Bela Tauhid Kok Mintanya Turunkan Jokowi, Ini Demo Apa?

PALU EKSPRES, JAKARTA – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyinggung fenomena aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang ditunggangi kepentingan politik. Kekesalannya itu dilontarkan saat menyampaikan pidato dalam penutupan ‘Rakornas Persiapan Pemilu Serentak Tahun 2019’ yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Teman-teman yang suka demo itu, demonya tuh ngopo sih? Udah panas, lapar, kehujanan. Demo teriak-teriak, ujung-ujungnya ditunggangi pihak lain. Demonya demo agama, teriaknya soal politik. Bagaimana ini?” kata Wiranto di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (22/11/2018).

Mantan Panglima ABRI itu kemudian mencontohkan Aksi Bela Tauhid yang digelar pada Jumat (2/11/2018) lalu. Wiranto menyebut ada penyampaian narasi kampanye pemilu yang disampaikan oleh orator, yang menurutnya sudah berbelok dari substansi demonstrasi.

“Demonya soal akidah. Tapi yang teriak naik mobil (komando) itu dukung pasangan nomor ini. ‘Jatuhkan, turunkan Pak Jokowi!’ Ini demo agama atau demo politik?” ucap Wiranto.

Menurut Wiranto, seharusnya pihak yang ingin menyampaikan aspirasi tak perlu melakukan aksi unjuk rasa dengan turun ke jalan. Namun dapat dilakukan dengan cara mengirimkan perwakilan mendatangi Kemenkopolhukam, beraudiensi menjelaskan keinginannya.

“Kalau maunya sudah bisa direkam, diterima oleh para pemimpin. Pemimpin akan bermusyawarah. Ini kira-kira permintaannya patut dilakukan apa enggak, masuk akal dilaksanakan apa enggak. Kalau enggak (masuk akal), kami jawab ‘Oh belum bisa. Nanti tahun depan atau nanti tunggu biayanya’,” ucap Wiranto.

Wiranto kemudian membandingkan situasi demo pada zaman dahulu, ketika sistem pemerintahan masih dipegang oleh seorang raja. Menurut Wiranto, pada zaman dahulu demonstrasi tak seheboh seperti saat ini.

“Zaman kerajaan kita, demonya itu duduk sila di alun-alun. Diam, enggak teriak-teriak. Rajanya ngelihat mereka itu ngapain panas-panas. Oh itu demo minta pajak diturunkan. Rajanya ngerti, coba musyawarah, dan bubar demo,” pungkasnya.

(ce1/rdw/JPC)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital