Sabtu, 8 Agustus 2026

Demi Harga Diri Muhammadiyah, Ahmad Fanani Kembalikan Rp 2 Miliar

PALU EKSPRES, JAKARTA – Dugaan kasus penyelewengan anggaran kegiatan Apel Pemuda Islam, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Ahmad Fanani membeberkan alasan pengembalian uang sebesar Rp 2 miliar kepada Kemenpora. Menurutnya, demi harga diri Muhammadiyah uang tersebut dikembalikan sebagai bentuk melawan korupsi.

Fanani menjelaskan, pengembalian uang tersebut sebagai upaya Pemuda Muhammadiyah menampik dugaan kasus penyelewengan anggaran yang menyudutkan Pemuda Muhammadiyah.

“Bukan perkara apa-apa, ini soal harga diri kami memperjuangkan salah satu gerakan Pemuda Muhammadiyah melawan korupsi,” ujar Fanani di Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jumat (23/11/2018).

Dia menegaskan kegiatan yang dimasalahkan itu bukan perkara uang. Melainkan lebih pada harga diri organisasi Pemuda Muhammadiyah. “Maka hari ini, kami kembalikan duitnya. Kami transfer ke Kemenpora,” pungkasnya.

Fanani juga menjelaskan, alasan pengembalian itu karena terjadi perbedaan penyelenggaraan acara dengan kontrak antara Kemenpora dan PP Pemuda Muhammadiyah sebagai panitia.

Perbedaan yang dimaksud adalah pelaksanaan acara. Awalnya, pihak panitia berdasarkan kontraknya akan mengadakan acara pengajian akbar. Akan tetapi, dalam realisasinya diganti menjadi apel akbar dan kemah Pemuda Islam Indonesia.

“Sesuai kontrak dengan realisasi (memang) berbeda. Pertama, nomenklatur berbeda di kontrak sebagaimana yang diajukan. (Awalnya) Pengajian akbar sementara realisasi apel akbar,” jelas Fanani.

Berdasarkan Pasal 9 klausul kontrak antara pihak Kemenpora dan pelaksana acara menyebutkan bahwa jika pihak pelaksana tidak melaksanakan sesuai kontrak. Maka perjanjian antara kedua belah pihak batal.

“Maka perjanjian ini batal demi hukum wajib harus mengembalikan seluruh dana bantuan. Ini sebagai komitmen kami ya kami kembalikan,” ungkap Fanani.

Sebelumnya, pengungkapan kasus itu berdasarkan laporan model A yang diterima polisi sekitar dua pekan lalu. Laporan itu mengindikasikan ada kerugian negara dari kegiatan Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia yang diinisiasi Kemenpora pada akhir 2017.

(ce1/wiw/JPC)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital