PALU EKSPRES, PALU – Sebanyak 12 Chef yang bekerja di sejumlah restoran dan hotel di Jakarta, Jumat (30/11/2018) memulai aksi kemanusiaan mereka di Palu, Sigi dan Donggala. Di bawah bendera World Chef Without Borders mereka membuka dapur umum dan membagikan nasi bungkus kepada warga korban gempabumi, likuifaksi dan tsunami Sulawesi Tengah.
Jumat (30/11/2018) pagi para chef kelas dunia itu memulai aksi kemanusiaannya di kompleks pengungsi di pelataran Masjid Agung, Palu Barat. Sebanyak 500 nasi bungkus mereka bagikan langsung kepada warga korban.
Direncanakan para chef ini akan melayani warga untuk makan siang dan malam. Setiap hari akan disiapkan 2000 – 4000 bungkus nasi.
“Kami mendapat donasi dari sejumlah chef termasuk dari di Paris, Perancis. Sejak awal kami ingin ke wilayah ini untuk berbagi namun terkendala kesempatan. Hari ini kami baru memulai dengan dipandu kontak lokal kami di Palu sehingga bantuan makan siap santap kami langsung bisa dinikmati warga yang membutuhkan,” kata Stefu Santoso, Chef dari Amuz Gourmet Restaurat, Jakarta yang memimpin aksi kemanusiaan ini.
Dalam sehari sebanyak 600 kilogram beras dan 600 ekor ayam dimasak untuk melayani pengungsi. Selain bantuan makanan siap santap, Chef Without Borders ini juga menyiapkan bantuan uang tunai. “Kami akan mengadakan kontak dengan para pengambil kebijakan ini atau pihak terdampak untuk itu. Apakah dipakai untuk membangun masjid atau sekolah, kami akan membantu mereka dengan dana segar,” sambung Stefu.
Para chef profesional ini rata-rata adalah anggota International Chef Association (ICA). Selain Stefu, ada pula chef senior dari Komunitas Tukang Masak Bogor (KTMB), Jack Singodimedjo. Ia turut berpartisipasi pula dalam aksi kemanusiaan para chef berstandard dunia ini.
(HUMAS)






