Sabtu, 8 Agustus 2026

Kerja Keras Kementan Bikin Petani Semakin Sejahtera

kementan online

 

 

JAKARTA, PE – Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PDIP Agustina
Wilujeng Pramestuti menilai kehidupan para petani saat ini semakin
sejahtera.

Dia berkaca pada fakta di lapangan dan nilai tukar petani (NTP) yang
menanjak sebagaimana data dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Menurut Agustina, data BPS tersebut menandakan penerimaan petani
lebih besar dibandingkan pengeluaran sehingga dapat disimpulkan
kehidupan petani membaik.

Hal itu juga tidak lepas dari kinerja Kementerian Pertanian yang
dikomandoi Andi Amran Sulaiman.

Salah satu program kesejahteraan kepada petani pada era pemerintahan
Joko Widodo yang diimplementasikan Kementerian Pertanian adalah
kepada subsektor gula.

Agustina mencontohkan target produksi gula sebanyak 2,5 juta ton pada
2019 melalui upaya penambahan luas tanam tebu dan mendorong
investasi.

Menurut Agustina, usaha itu amat berpengaruh terhadap kesejahteraan
petani tebu sebagai sumber komoditas gula.

Strategi lainnya yang akan ikut mendongkrak kesejahteraan petani tebu
adalah sistem beli putus tebu. Agustina menilai cara beli putus
adalah sistem bagi hasil sehingga nantinya membuat penghasilan petani
tebu lebih jelas.

“Presiden Joko Widodo memang konsisten mewujudkan kedaulatan pangan,
salah satunya masalah gula,” ujar Agustina, Sabtu (1/12).

Perihal distribusi, Kementerian Pertanian juga dianggap berhasil
mendekatkan harga gula antara dari petani dan di pasar.

Tentang masih terjadinya impor gula saat ini yang dilakukan, Agutina
menilai perlu ditelaah akibat peliknya masalah pergulaan sejak zaman
dulu.

Menurut dia, hal itu bukan baru terjadi pada era Joko Widodo.

“Zaman pemerintahan masa lalu, industri tebu nasional dibiarkan tanpa
melakukan upgrading teknologi yang masih menggunakan mesin masa
penjajahan. Akibatnya rendemen gula rendah, petani harga beli tebunya
ditentukan oleh rendemen dan amat tidak diuntungkan,” kata Agustina.

Agustina menampik tudingan yang menyebut bahwa pemerintah saat ini
tidak memperhatikan nasib petani tebu.

Menurut Agustina, saat ini telah ada visi dan misi peningkatan
produksi komoditas pertanian yakni Upsus lima jenis pangan.

Salah satunya adalah gula sebagai penjabaran swasembada pada Nawacita
era Joko Widodo.

(jos/jpnn)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital