Sabtu, 8 Agustus 2026

BPJS Disuntik Rp 5,2 T, BPKP Diutus Lakukan Audit

PALU EKSPRES, JAKARTA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
kembali memperoleh dana segar. Pemerintah telah mencairkan dana untuk
biaya operasional lembaga penjaminan kesehatan tersebut.

Dalam bantuan tahap kedua itu, pemerintah menggelontorkan dana jauh
lebih besar daripada yang pertama. “Kita (pemerintah, Red) sudah
cairkan Rp 5,2 triliun,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani di
kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta, kemarin (5/12/2018).
Seperti diketahui, pada tahap pertama tahun ini, pemerintah hanya
menyuntikkan Rp 4,9 triliun.

Namun, Ani -sapaan akrab Sri Mulyani- menjelaskan, uang Rp 5,2
triliun itu tidak dikucurkan sekaligus. Tapi dicairkan dalam dua
termin. Termin pertama Rp 3 triliun sudah digelontorkan kemarin.
Sedangkan sisanya, Rp 2,2 triliun, akan dicairkan dalam beberapa hari
ke depan.

Selama masa pencairan termin kedua berlangsung, pihaknya meminta
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tetap mengevaluasi
kinerja BPJS Kesehatan. Kemenkeu hanya memberikan waktu dua bulan
untuk menuntaskan proses audit. “Tagihan pada Desember ini akan
dievaluasi Januari 2019 karena tagihan itu munculnya satu bulan
setelahnya,” jelas dia.

Sebelumnya hasil audit BPKP pada September lalu menyebutkan, BPJS
Kesehatan akan mengalami defisit Rp 10,98 triliun. Setelah pemerintah
menyuntikkan dana talangan tahap pertama Rp 4,9 triliun September
lalu, BPJS Kesehatan direncanakan menerima dana talangan tahap kedua
Rp 5,6 triliun.

Namun, pemerintah akhirnya hanya menyanggupi Rp 5,2 triliun. Hal itu
terjadi setelah ada koreksi dari hasil audit BPKP serta komitmen
bauran kebijakan dan kolektivitas iuran dari BPJS Kesehatan.

Untuk outlook dana talangan tahun depan, pemerintah masih menunggu
hasil audit BPJS Kesehatan. Sebab, pemerintah belum bisa
memperkirakan berapa dana APBN yang perlu dipersiapkan untuk membantu
keuangan BPJS Kesehatan ke depannya. “Ini (audit BPKP) untuk menjadi
landasan pemerintah menetapkan kewajiban (talangan dari pemerintah)
pada 2019,” ucap Dirjen Anggaran Kemenkeu Askolani.

(far/rin/c9/agm)

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital