Sabtu, 19 September 2026

Paspor Tidak Lagi Jadi Syarat Memilih

KETERANGAN PERS – Komisioner KPU Sulteng, Nisbah (kanan), Naharudin Gani (tengah) dan Ramlan (kiri) saat memberikan keterangan pers terkait DPT menjelang Pilkada serentak. (KIA/PE )

PALU, PE – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tengah Muh Ramlan Salam menyatakan bahwa identitas paspor tidak lagi bisa digunakan dalam pilkada serentak tahun 2017 mendatang. Ia mengatakan di Kota Palu, Senin, pemilih yang tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), tidak diperkenankan menyalurkan haknya terkecuali membawa salah satu dari tiga identitas yakni Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) atau surat keterangan dari dinas kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil) setempat.

“Jadi hanya yang membawa satu di antara tiga keterangan kependudukan itu yang boleh memilih, selain itu tidak diperbolehkan,” kata Ketua Divisi Logistik, Perencanaan dan Data saat pertemuan dengan media massa terkait tahapan Pilkada serentak di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) dan Buol, di Aula KPU Sulteng.

Ramlan menjelaskan dalam pilkada serentak gelombang pertama tahun 2015 lalu, pemilih yang tidak terdaftar di Daftar Pemilih Tetap tambahan (DPTb1) boleh memilih hanya dengan membawa paspor atau surat keterangan lain. Namun di Pilkada serentak gelombang kedua tahun 2017 nanti, kebijakan tersebut tidak berlaku lagi.

Lebih lanjut dia mengatakan, di dua daerah tersebut, saat ini tengah berlangsung bimbingan teknis (Bimtek) kepada Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dan PPS terkait proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih yang akan berlangsung pada 8 September sampai 7 Oktober mendatang. Berbeda dengan Pilkada tahun 2015, kali ini data pemilih yang dimutakhirkan berdasarkan DPT terakhir, bukan dari DP4 yang diserahkan oleh Kementerian Dalam Negeri.

“Jadi DP4 hanya sebagai sandingan saja. Terbalik dengan tahun 2015 lalu, pemutakhiran datanya berdasarkan DP4, sementara DPT terakhir yang jadi sandingan,” jelas Ramlan.

Tak hanya itu, kata dia, jika pada tahun 2015, para pemilih bisa terakomodasi dalam DPT, DPTb1 dan DPTb2, maka sekarang hanya sampai di DPT dan DPTb.

Selain di dua daerah yang melakukan Pilkada itu, KPU sendiri tengah melakukan pemutakhiran data berkelanjutan yang selalu ter-update dalam portal Sidalih. Selain untuk Pilkada, data yang dimaksud juga untuk kepentingan Pemilu tahun 2019 mendatang. “Ini merupakan program KPU mengingat banyaknya masalah terkait data pemilih ini,” imbuhnya.

Divisi Sosialisasi KPU Sulteng Dr Nisbah mengatakan terkait Pilkada di dua daerah, saat ini KPU masing-masing, khususnya di Bangkep, tengah melakukan verifikasi faktual (vertual) untuk syarat dukungan calon perseorangan. Proses virtual tersebut berbasis DPT.

“Jadi kalau ada pendukung yang sudah menyerahkan KTP-nya namun tidak terdaftar di DPR maka langsung dicoret,” tegasnya. Dalam melakukan proses ini, KPU sendiri juga melakukan koordinasi dengan pasangan calon, manakala ada pendukungnya yang tidak bisa diakses oleh KPU.

“Jadi pasangan calon ini yang memfasilitasi KPU untuk bertemu dengan pendukungnya itu. Setelah itu baru KPU melakukan klarifikasi apakah benar dia mendukung pasangan calon ini atau tidak,” kata Nisbah. (kia/antara)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam