PALU EKSPRES, PALU– Proses pembersihan puing rangka jembatan IV (jembatan kuning) yang roboh diterjang tsunami telah rampung. Onggokan besi tua itu tercatat sebagai asset daerah Kota Palu.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu, Iskandar mengemukakan, saat ini puing jembatan telah diamankan di sebuah tempat di Kota Palu.
“Karena itu adalah asset milik Pemkot Palu, maka kami harus mengamankan,”ungkap Iskandar, Jumat 14 Desember 2018.
Menurut dia, besi tua jembatan itu nantinya akan dilelang secara terbuka. Selanjutnya uang hasil lelang akan dimasukkan dalam kas daerah Pemkot Palu.
Dia menjelaskan proses lelang itu dilakukan sebagaimana ketentuan yang berlaku. Dengan terlebih dulu melalui proses penilaian dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).
“Setelah ditemukan kisaran nilainya, selanjutnya proses lelang besi tua itu akan diumumkan secara terbuka,”jelasnya.
Dia menambahkan, berat besi tua dari rangka jembatan kuning diperkirakan mencapai kurang lebih 400 ton. Artinya nilai uang yang akan diperoleh dari hasil lelang itu dihitung dari harga per satu kilogram besi tua.
“Kami belum dapat menghitung secara pasti. Itu tergantung berapa nantinya harga beli dari pengusaha besi tua yang ikut lelang,”pungkasnya.
Untuk diketahui, harga beli besi tua dipasaran lokal Kota Palu berkisar antara 3000 sampai 3500 per kilogram. Dengan demikian, jika besi tua jembatan kuning ditawar dengan harga minimal Rp3000 per kilogram, maka 400ton besi tua bisa terjual senilai Rp1.2 miliar.
(mdi/palu ekspres)






