Minggu, 9 Agustus 2026
Opini  

Generasi Intercept Memiliki Peran Strategis

Oleh Hasanuddin Atjo

DUNIA  kini diisi oleh tiga generasi yaitu X, Y dan Z. Generasi X lahir sebelum tahun 1980, Y generasi lahir antara 1980 – 2004 dan Z generasi lahir setelah tahun 2004.
Ketiga generasi ini memiliki karakter berpikir dan bekerja yang berbeda satu sama lain. X generasi cenderung memiliki karakter konservatif, lebih lambat, ketergantungan tinggi dan birokratis. Sedangkan Y generasi lebih moderat, cepat dan lebih adaptif serta praktis dan mandiri.

Dunia kerja saat ini diisi oleh generasi X dan Y.  Pada sektor swasta dominan digerakkan oleh Y generasi, sedangkan dunia birokrasi oleh X generasi. Kondisi ini menjadi tantangan ketika dunia berubah begitu cepatnya yang dikenal dengan era distrupsi karena karya Y generasi atau lebih populer disebut generasi Melenial.

Berbagai bisnis konvensional kini telah dipinggirkan oleh konsep baharu dari generasi ini. Taxi konvensional kini telah digantikan oleh taxi berbasis aplikasi seperti Grab dan Gojek, transfer uang, pembayaran tagihan pembayaran sejumlah transaksi hampir semuanya melalui aplikasi digital. Bahkan kuliah dan kursus pun sudah berbasis online.

Dampak yang muncul kemudian adalah pemutusan hubungan kerja yang menambah angka pengangguran. Selanjunya protes dan demo dari sejumlah kalangan yang terdampak juga tidak dapat diakomodir oleh pemerintah karena merupakan tuntutan perubahan.

Saat ini beberapa negara maju seperti Singapura semakin sulit mencari tenaga kerja yang tidak bisa digantikan oleh aplikasi seperti pelayan restoran, cleaning service. Sehingga lowongan ini diisi oleh tenaga kerja generasi tua (X generasi). Karena generasi muda (milenial) kurang menyukai pekerjaan tersebut. Kondisi ini juga membuat laju urbanisasi di negeri ini meningkat tajam.

Bahkan lebih ironis alumnus pendidikan vokasi berbasis agro tidak mau kembali lagi ke desa. Mereka lebih suka menjadi pelaku atau peserta taxi atau penjualan maupun pelayanan, berbasis aplikasi yang seyogianya tidak memerlukan pendidikan vokasi.

Oleh karena itu, menghadapi fenomena ini peran generasi intercept menjadi strategis untuk melahirkan sebuah skenario.

Generasi Intercept

Matematika dasar mengenal istilah teori himpunan. Kaitanya dengan generasi, maka ada himpunan generasi X, Y dan Z. Saat ini dunia kerja diisi oleh generasi X dan Y yang peran Y di swasta lebih dominan, sedangkan di birokrasi lebih kepada peran X generasi.

Dalam teori himpunan bila keduanya digabungkan, maka ada kelompok X, Y dan kelompok intercept atau irisan dari X dan Y. Kelompok intercept terdiri atas dua sub kelompok yaitu, pertama fisiknya X generasi, tetapi cara pikir dan kerjanya adalah Melenial.

Kedua, fisiknya Melenial namun cara pikir dan kerjanya X generasi. Yang dibutuhkan terkait dengan tuntutan perubahan yang saat ini sedang berlangsung adalah dari generasi intercept sub kelompok pertama, yaitu secara fisik X generasi, namun cara pikir dan kerjanya adalah Melenial generasi.

Sedangkan sub kelompok kedua, yaitu fisiknya Melenial namun cara pikir dan kerjanya X generasi. X generasi harus melakukan intropeksi, tidak bertahan pada prinsipnya dan berusaha menjadi generasi yang adaptif dengan perubahan-perubahan begitu cepat bahkan tidak terlihat dan datang secara bergelombang.

Peran Strategis

Pemeritah terdiri atas executif, legislatif dan yudicatif tentunya memiliki peran strategis dalam pembangunan yang inklusif dan berdaya saing agar tujuan berkelanjutan, Sustainable Development Goals, SDGs yang menjadi rencana strategis Pemerintah periode 2019-2024 dapat direalisasikan.

Ada 5 tugas pokok pemerintah yaitu dimulai dari merencanakan, mengkoordinasikan, melaksanakan, mengawasi dan mengevaluasi. Mewujudkan SDGs tadi harus dibangun semangat dan visi yang sama, harus dibangun gelombang dan frekuensi yang sama. Usia boleh berbeda, namun cara pikir dan kerja harus sama dan tidak boleh ditawar lagi alias harga mati yaitu cara pikir dan kerja generasi Melenial.

Negeri ini memiliki potensi sumber daya alam yang sangat kaya, memilki dukungan bonus demografi 2028-2030 yang harus dimanfaatkan dan didesain oleh semangat dan pikiran yang sama agar tujuan mewujudkan kesejahteraan yang sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat dapat digapai.

Pesta Demokrasi

Tahun 2019 negeri ini akan melaksanakan pesta demokrasi yang dimulai dengan pemilihan wakil-wakil rakyat, dilanjutkan dengan pemilihan Presiden- WakilPresiden, Gubernur, Wali kota dan Bupati yang diharapkan di tahun 2024 berlangsung secara serentak.

Masyarakat memiliki peran sangat penting untuk melahirkan pemimpin sesuai tuntutan kebutuhan, karena mereka memiliki hak suara yang sama. Olehnya diperlukan proses berdemokrasi yang lebih santun, konstruktif dan berorientasi kepada kemajuan agar tidak tertinggal oleh negara lain.

Cara-cara lama harus ditinggalkan dan menjadi kewajiban bersama untuk mengedukasi masyarakat dalam berdemokrasi. Semoga. ***

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital