Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

Ratusan Desa di Sulteng Warganya Gunakan Kayu Bakar

PALU EKSPRES, PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenagh masih diperhadapkan dengan pekerjaan rumah (PR) yang besar untuk merealisasikan Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2007 tentang Penyediaan, Pendistribusian Gas Tabung 3Kg.

Pasalnya, masih terdapat ratusan desa di provinsi ini yang warganya menggunakan kayu bakar sebagai jenis bahan bakar untuk memasak.

Hal itu diperoleh dari data yang dirilis BPS Sulteng pada Senin (17/12/2018). Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulteng mengatakan, sebanyak 775 desa/keluarahan dari 2.020 desa/keluarahan yang ada di Sulteng, sebagian besar warganya masih menggunakan kayu bakar sebagai jenis bahan bakar utama untuk memasak.

Namun untuk detail daerah mana saja yang warganya masih menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar utama untuk memasak, tidak dicantumkan oleh BPS Sulteng.

Wahyu Yulianto mewakili Kepala BPS Sulteng, Faisal Anwar pada press realis BPS hanya menyebutkan secara umum mengenai jumlah desa/keluarahan di Sulteng yang sebagian besar warganya masih menggunakan kayu bakar. Rinciannya, 1.067 desa/kelurahan yang warganya sudah menggunakan LPG 3kg sebagai bahan bakar utama untuk memasak. Sebanyak 98 desa/kelurahan yang warganya ada menggunakan LPG lebih dari 3kg, serta 775 desa/keluarahan yang warganya masih menggunakan kayu bakar.

Wahyu menjelaskan, penggunaan LPG sebagai bahak bakar untuk memasak oleh mayoritas warga pada suatu desa, sudah melebihi separuh dari jumlah desa/kelurahan yang ada di Sulteng. Data yang diperoleh BPS berdasarkan wawancara langsung ke warga di setiap desa/kelurahan, 53 persen desa/kelurahan mayoritas warganya sudah menggunakan LPG 3Kg sebagai bahan bakar untuk memasak.

Banyaknya warga di desa/kelurahan menggunakan LPG sebagai bahan bakar untuk memasak karena akses untuk memperoleh LPG lebih mudah. “Desa yang ada agen LPG meningkat sangat pesat, mencapai 557 persen dari tahun 2014,” kata Wahyu.

Wahyu pada kesempatan tersebut juga memaparkan tingkat kemudahan warga di desa/keluarahan untuk mengakses informasi melalui jaringan telepon selular.

Menurutnya, 1.812 desa atau 90 persen dari total desa/kelurahan se- Sulteng, telah dapat dijangkau dengan sinyal telepon seluler di sebagian besar wilayah. Jumlah tersebut, sudah termasuk di dalamnya 638 desa/kelurahan yang jangkauan sinyalnya lemah.
“Masih ada 208 desa yang sama sekali belum dijangkau sinyal telepon seluler,” ujar Wahyu.

Sementara itu tambahnya, 1.758 desa/kelurahan telah dapat dijangkau sinyal internet di sebagian besar wilayah desa.

Data Jumlah Desa/Kelurahan menurut Jenis Bahan Bakar, 2018

Jenis Bahan Bakar Untuk Memasak          Jumlah Desa/Kelurahan

LPG 3 kg                                                            1.067
Kayu bakar                                                           775
LPG lebih dari 3 kg                                               98

Sumber BPS Sulteng

Jangkauan Sinyal Telepon                        Jumlah Desa/Kelurahan

Sangat kuat                                                           307
Kuat                                                                        871
Lemah                                                                    634
Tidak ada sinyal                                                   208

Sumber BPS Sulteng

(fit/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital