Minggu, 9 Agustus 2026

BBM Satu Harga Dikebut Rampung Sebelum Juni 2019

PALU EKSPRES, JAKARTA– Kepala Badan Pengatur Hilir Migas Fanshurullah Asa mengatakan Program BBM Satu Harga akan selesai sebelum Juni 2019. Sebarannya tinggal 29 titik lagi. Adapun, wilayah tersebut ada di Maluku, Kalimatan, Sulawesi dan Papua.

Ifan, sapaan akrabnya menerangkan sejak dicanangkan pada 2015, BBM Satu Harga sudah menjangkau 131 titik di wilayah terdepan, terpencil dan terluar (3T). Sebanyak 122 titik dikerjakan PT Pertamina (Persero), sisanya dikerjakan oleh PT AKR Corporindo Tbk.

“Sisa 29 nanti itu bisa diresmikan sebelum Juni 2019. Jadi bisa kami kebut pengerjaannya,” ujar Fanshurullah saat konferensi pers di Kementerian ESDM, Senin (31/12/2018).

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan target capaian BBM Satu Harga di pertengahan 2019 ini menjadi mungkin lantaran ini adalah salah satu kebijakan populis pemerintah.

“Saya kira memungkinkan. Pemerintah akan berusaha all-out untuk mencapai target ini karena kebijakan ini populis dan sangat penting untuk menunjukan keberhasilan pemerintah,” kata Fabby saat dihubungi Jawapos.com, Rabu (2/1/2018).

Dia menilai, saat ini persoalan yang sering menghambat bbm satu harga adalah logistik dan sistem distribusi. Jika belajar dari pengalaman pada 2018, ia menilai Pertamina sudah bisa lebih cepat mengatasi kendala-kendala tersebut. “Saya kira belajar dari 2018, Pertamina bisa lebih cepat mengatasi kendala-kendala tersebut,” tandasnya.

Adapun, adanya BBM Satu Harga disebut telah mendorong aktivitas perekonomian di daerah 3T, karena masyarakat semakin mudah mendapatkan akses BBM. Dimana, harga BBM di tiap pulau yang sebelumnya tinggi berkisar Rp 7.000 hingga Rp 100.000 per liter kini turun jauh menjadi Rp 6.450 (premium) dan Rp 5.150 (solar).

Begitu pula harga BBM di Pulau Sumatra dan Kalimantan yang sebelumnya berada di kisaran Rp 8.000 hingga Rp 40.000 per liter, di Maluku antara Rp 8.000 hingga Rp 17.000, Sulawesi antara Rp 8.000 hingga Rp 25.000, Nusa Tenggara antara Rp 8.000 hingga 9.500 serta tertinggi Papua antara Rp 15 ribu – Rp 100.000 per liter.

(uji/JPC)

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital