Kamis, 20 Agustus 2026
Seleb  

Bukan Cerita Biasa! Ini Kisah Dukun Kepresidenan Amerika

PALU EKSPRES – Pernah dengar nama Jeane Dixon? Bintang film Hollywood ini rupanya “dukun” kepresidenan Amerika. Mulai dari Franklin D Roosevelt hingga Ronald Reagen kerap meminta nasehatnya. Jeane naik daun ketika meramal kematian John F. Kennedy.

Wenri Wanhar – Jawa Pos National Network

Perang Dunia Kedua sedang sengit-sengitnya ketika Jeane Dixon’s dipanggil Presiden Amerika Franklin Delano Roosevelt (FDR) ke Gedung Putih untuk meramal.

Banyak yang ditanya. Satu di antaranya, apakah Amerika Serikat akan bekerja sama dengan Jerman melawan Uni Soviet.

Tak ada catatan resmi berapa kali perempuan itu berkunjung ke Gedung Putih.

“Para staf tidak ingat seberapa sering mereka bertemu Jeane,” tulis Merry Magdalena dalam Jeane Dixon—Peramal Para Presiden Amerika, termuat dalam buku 10 Peramal Wanita Paling Kontroversial di Dunia.

Berdasarkan kesaksian Elliot Roosevelt, anak lelaki FDR, ayahnya memang sangat tertarik dengan Extrasensory Perception (ESP). Dan senang mendiskusikannya dengan Jeane.

Jeane sebetulnya seorang aktris. Lahir dengan nama Lydia Emma Pinckert di Medford, Wisconsin, 5 Januari 1904. Ia berperan sebagai Maria Magdalena di film The Life of Christ, di Hollywood Bowl.

Dalam hal ramalan, pada 1942 ia pernah memperingatkan Carole Lombard, bintang film terkenal Amerika agar tidak berpergian dengan pesawat terbang.

Mulanya, Carole mengikuti saran Jeane. Dia pun berencana menumpang kereta api dalam perjalanan ke Indianapolis. Belakangan, Carole berubah pikiran. Dan, pesawat yang ditumpanginya diserang badai di Las Vegas. Terhempas. Aktris papan atas Hollywood itu tewas.

Usai Perang Dunia II, Jeane menjadi sukarelawan menghibur para prajurit yang baru pulang perang di Washington, dengan cerita dan ramalan.

Nama Jeane kian melambung. Dan jadi buah bibir ketika Presiden John F. Kennedy ditembak pada 22 November 1963.

Karena, “tujuh tahun sebelum Kennedy ditembak, wanita itu pernah meramalkan tragedy tersebut,” tulis Merry.

Tulisan Jeane Dixon yang dimuat majalah Parade, edisi 13 Mei 1956, mengulas pemilihan presiden 1960 akan diikuti dengan pembunuhan atau kematian, saat presiden sedang bertugas di masa kepemimpinan pertamanya.

Pada 1965, Jeane berkolaborasi dengan kolumnis Ruth Montgomery menulis kisah hidup dan ramalannya.

Dalam buku yang diberi judul A Gift of Prophecy: The Phenomenal Jeane Dixon itu, ia mengaku kemampuannya di bidang spiritual merupakan karunia Tuhan. Tidak lebih.

Peramal para Presiden Amerika itu berpulang pada 25 Januari 1997 di Washington.

Sebelum itu, hingga usia 90-an tahun, ia masih diminta meramal untuk kepresidenan.

Disebutkan bahwa Richard Nixon yang menjabat Presiden Amerika pada rentang waktu 1969 hingga 1974, melalui sekretarisnya Rose Mary Woods, masih mendengarkan ramalan-ramalam Jeane.

Pada 1988, Ibu Negara Nancy Reagen—istri Presiden Ronald Reagen—beberapa kali meminta nasehat-nasehat Jeane.

Belakangan, ketika Jeane sudah sangat menua, “Nancy akhirnya memutuskan mencari peramal yang lebih muda, yaitu Joan Quigley,” tulis Merry.

Jeane tak memiliki keturunan. Setelah berpulang, hartanya dikelola seorang bankir Leo M. Bernstein.

Leo mendirikan Museum dan Perpustakaan Jeane Dixon di Strasburg, Virginia, yang memamerkan benda-benda milik Jeane.

(wow/jpnn)

dewispin
dewaslot88
Perjalanan Baccarat dalam Transformasi Media Digital Mengubah Wajah Industri Hiburan
Baccarat Jadi Bagian Evolusi Platform Interaktif Transformasi Dunia Hiburan Digital
Observasi Teknologi Ungkap Pergeseran Narasi Permainan Baccarat dan Dampaknya bagi Pemain
Transformasi Media Bicara Perjalanan Baccarat Melalui Pengalaman Digital yang Mengubah Cara Pandang
Teknologi Kasino Online Mampu Mengolah Data Digital Berkat Perkembangan Perangkat Keras Dan Lunak
Perjalanan Platform Interaktif Mengubah Narasi Kasino Online dengan Perspektif Baru
Kebutuhan Terhadap Sistem Komputasi Kasino Online Semakin Meningkat Seiring Pesatnya Transformasi Digital
Komputasi Menjadi Salah Satu Fondasi Utama Yang Mendorong Kemajuan Teknologi Kasino Online Di Era Modern
Hampir Seluruh Aktivitas Kasino Online Saat Ini Memanfaatkan Sistem Komputasi Dalam Prosesnya
Jalur Pembayaran Yang Putus Setelah Cascading Pada Mahjongways Kasino Online Dibaca Dengan Teknik Ini
Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern