Kamis, 10 September 2026
Seleb  

Bukan Cerita Biasa! Ini Kisah Dukun Kepresidenan Amerika

PALU EKSPRES – Pernah dengar nama Jeane Dixon? Bintang film Hollywood ini rupanya “dukun” kepresidenan Amerika. Mulai dari Franklin D Roosevelt hingga Ronald Reagen kerap meminta nasehatnya. Jeane naik daun ketika meramal kematian John F. Kennedy.

Wenri Wanhar – Jawa Pos National Network

Perang Dunia Kedua sedang sengit-sengitnya ketika Jeane Dixon’s dipanggil Presiden Amerika Franklin Delano Roosevelt (FDR) ke Gedung Putih untuk meramal.

Banyak yang ditanya. Satu di antaranya, apakah Amerika Serikat akan bekerja sama dengan Jerman melawan Uni Soviet.

Tak ada catatan resmi berapa kali perempuan itu berkunjung ke Gedung Putih.

“Para staf tidak ingat seberapa sering mereka bertemu Jeane,” tulis Merry Magdalena dalam Jeane Dixon—Peramal Para Presiden Amerika, termuat dalam buku 10 Peramal Wanita Paling Kontroversial di Dunia.

Berdasarkan kesaksian Elliot Roosevelt, anak lelaki FDR, ayahnya memang sangat tertarik dengan Extrasensory Perception (ESP). Dan senang mendiskusikannya dengan Jeane.

Jeane sebetulnya seorang aktris. Lahir dengan nama Lydia Emma Pinckert di Medford, Wisconsin, 5 Januari 1904. Ia berperan sebagai Maria Magdalena di film The Life of Christ, di Hollywood Bowl.

Dalam hal ramalan, pada 1942 ia pernah memperingatkan Carole Lombard, bintang film terkenal Amerika agar tidak berpergian dengan pesawat terbang.

Mulanya, Carole mengikuti saran Jeane. Dia pun berencana menumpang kereta api dalam perjalanan ke Indianapolis. Belakangan, Carole berubah pikiran. Dan, pesawat yang ditumpanginya diserang badai di Las Vegas. Terhempas. Aktris papan atas Hollywood itu tewas.

Usai Perang Dunia II, Jeane menjadi sukarelawan menghibur para prajurit yang baru pulang perang di Washington, dengan cerita dan ramalan.

Nama Jeane kian melambung. Dan jadi buah bibir ketika Presiden John F. Kennedy ditembak pada 22 November 1963.

Karena, “tujuh tahun sebelum Kennedy ditembak, wanita itu pernah meramalkan tragedy tersebut,” tulis Merry.

Tulisan Jeane Dixon yang dimuat majalah Parade, edisi 13 Mei 1956, mengulas pemilihan presiden 1960 akan diikuti dengan pembunuhan atau kematian, saat presiden sedang bertugas di masa kepemimpinan pertamanya.

Pada 1965, Jeane berkolaborasi dengan kolumnis Ruth Montgomery menulis kisah hidup dan ramalannya.

Dalam buku yang diberi judul A Gift of Prophecy: The Phenomenal Jeane Dixon itu, ia mengaku kemampuannya di bidang spiritual merupakan karunia Tuhan. Tidak lebih.

Peramal para Presiden Amerika itu berpulang pada 25 Januari 1997 di Washington.

Sebelum itu, hingga usia 90-an tahun, ia masih diminta meramal untuk kepresidenan.

Disebutkan bahwa Richard Nixon yang menjabat Presiden Amerika pada rentang waktu 1969 hingga 1974, melalui sekretarisnya Rose Mary Woods, masih mendengarkan ramalan-ramalam Jeane.

Pada 1988, Ibu Negara Nancy Reagen—istri Presiden Ronald Reagen—beberapa kali meminta nasehat-nasehat Jeane.

Belakangan, ketika Jeane sudah sangat menua, “Nancy akhirnya memutuskan mencari peramal yang lebih muda, yaitu Joan Quigley,” tulis Merry.

Jeane tak memiliki keturunan. Setelah berpulang, hartanya dikelola seorang bankir Leo M. Bernstein.

Leo mendirikan Museum dan Perpustakaan Jeane Dixon di Strasburg, Virginia, yang memamerkan benda-benda milik Jeane.

(wow/jpnn)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam