PALU EKSPRES, SIGI– Rencana lokasi pembangunan hunian tetap atau Huntap di kabupaten Sigi akan dilakukan di wilayah Kecamatan Sigi Biromaru, tepatnya di Desa Pombewe dan Desa Oloboju.
Belakangan diketahui jika lokasi rencana pembangunan Huntap tersebut dianggap bermasalah. Pasalnya, wilayah yang akan dibangun di atas lokasi ex HGU PT. Hasfarm itu, sebagian besar lahannya sudah dikuasai warga yang dibuktikan dengan kepemilikan sertifikat kepemilikan atas tanah tersebut.
Lokasi Ex HGU PT. Hasfarm memiliki luas kurang lebih 1.000 hektare, yang terbagi di dua desa, yaitu di Desa Pombewe dan Desa Oloboju, Kecamatan Sigi Biromaru.
“Kalau di Desa Oloboju lokasi ex HGU PT. Hasfarm ada 701 hektare. 500 hektare sudah dibangunkan kawasan kantor transmigrasi. Sisa 201 hektare, dimana 160 hektare dari 201 hektare itu yang rencana akan dibangunkan hunian tetap,” kata Kepala Desa (Kades) Oloboju Aryo, Minggu, 6 Januari 2019.
Aryo mengatakan jika lokasi ex HGU PT. Hasfarm di Desa Olobojo sebagian lahan pegunungan, yaitu sekitar 41 hektare. Sehingga hanya 160 hektare lokasi yang layak dibangunkan Huntap di Desa Oloboju dari sisa 201 hektare ex HGU PT. Hasfarm yang telah dibangunkan kawasan kantor transmigrasi 500 hektare.
“Lokasi rencana pembagunan Huntap di 160 hektare ex HGU PT. Hasfarm sudah banyak yang diperjualbelikan tanahnya, dan itu sudah terjadi sebelum saya menjabat sebagai Kades di Oloboju,” aku Aryo, yang mengakui dirinya baru masuk dua tahun menjabat sebagai Kades Oloboju.
Ia mengungkapkan, rata-rata kepemilikan tanah di lokasi itu sudah beralih tangan. “Kalau awalnya yang kuasai itu masyarakat setempat, namun saat ini sudah banyak masyarakat setempat yang menjual tanah itu ke pihak lain di luar kota,” jelasnya.
Diapun mengakui, sebagian warga memiliki sertifikat kepemilikan tanah di lokasi ex HGU PT. Hasfarm. “Saya juga bingung ini bagaimana memberitahukan kepada masyarakat tentang status tanah dan rencana pembangunan hunian tetap yang akan dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) di lokasi ex HGU PT. Hasfarm,” ujarnya.
Olehnya, Aryo meminta supaya Pemda dan timnya dapat memberikan sosialisasi secepatnya kepada masyarakat tentang rencana pembangunan Huntap di lokasi Ex HGU PT. Hasfarm. “Selain itu, yang paling penting masyarakat segera ingin mengetahui bagaimana nasib kepemilikan tanah warga yang memiliki sertifikat atau surat tanah lainnya di lokasi Ex HGU PT. Hasfarm, apakah ada ganti rugi atau bagaimana,” ujarnya.
Sementara itu, Kades Pombewe, Aspar menyebutkan jika lokasi ex HGU PT. Hasfarm di Desa Pombewe seluas 460 hektare. “Sebagian lokasi Ex HGU PT.Hasfarm di Desa Pombewe sudah dibagikan kepada masyarakat setempat. Pembagian ini mengacu dari program pemerintah yaitu program Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA),” katanya.
Menurutnya, setiap warga diberikan lokasi seluas 50 kali 50 meter persegi di lokasi eks HGU PT. Hasfarm. Kepemilikan tersebut dibuktikan dengan surat sertifikat. “Ini tentu yang segera harus dicarikan jalan keluarnya, bagaimana supaya tidak terjadi persoalan ke depan,” imbuhnya.
Dulu katanya, PT. Hasfram hanya menggarap sebagian kecil lokasinya yang kurang lebih 1000 hektare itu. Sehingga, banyak warga yang tidak mengetahui jika itu lokasi PT. Hasfarm yang ada di Desa Pombewe dan Desa Oloboju. Inilah penyebab banyaknya muncul kepemilikan warga di lokasi ex HGU PT. Hasfarm tersebut.
“Yah tentu segala persoalan yang ada ini kita serahkan bagaimana baiknya dari Pemda dan tim yang dibentuk dalam rencana pembangunan Huntap di lokasi ex HGU PT. Hasfarm di Desa Pombewe dan Desa Oloboju,”jelasnya.
Sebelumnya, Bupati Sigi Moh. Irwan Lapatta memimpin langsung rapat koordinasi perencanaan pembangunan Hunian tetap di aula kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Kamis 3 Januari 2019. Dalam kesempatan itu, Bupati Sigi Irwan Lapatta mengatakan akan membentuk tim untuk mengawal rencana pembangunan hunian tetap di Kabupaten Sigi.
Tujuannya agar rencana pembangunan hunian tetap yang akan dilaksanakan dapat berjalan lancar.”Terlebih dahulu harus dilakukan inventaris di lokasi pembangunan agar dapat diketahui status tanahnya saat ini,” katanya.
(mg4/palu ekspres)





