Rabu, 23 September 2026
Seleb  

Bisnis Sampingan Artis Sekuter

Oleh MOAMMAR EMKA*

PALU EKSPRES – Bagi saya, terkuaknya prostitusi online di Surabaya yang melibatkan kalangan artis bukan hal baru. Bukan kali pertama ada kalangan artis atau selebriti yang terlibat sebagai pelaku prostitusi. Hal demikian marak saya temui sejak menulis buku Jakarta Undercover pada awal 2000-an.

Memang cukup banyak kalangan artis yang punya bisnis sampingan dengan menjadi (maaf) pekerja seks komersial atau teman kencan. Biasanya, artis yang demikian berasal dari kalangan sekuter atau selebriti kurang terkenal. Bisa pendatang baru yang popularitasnya tak kunjung naik atau mereka yang sudah jarang menerima job di dunia hiburan.

Berbagai motivasi mendasari para artis itu untuk memiliki pekerjaan sampingan. Namun, yang paling sering adalah gaya hidup dan ekonomi. Untuk gaya hidup, biasanya para artis itu ingin mencari penghasilan lebih sehingga bisa lebih diterima lingkungan pergaulan mereka. Misalnya, untuk belanja baju, sepatu, tas, dan lain sebagainya.

Lantas, alasan ekonomi lebih menyangkut ke penghasilan untuk hidup. Ada yang ingin hidup mandiri dan memenuhi kebutuhan hidup di tengah ibu kota. Ada juga yang menjadi tulang punggung keluarga dan harus mencari penghasilan tambahan.

Untuk bisa memperoleh pendapatan ekstra, tentu para artis itu butuh bantuan. Mulai jasa mucikari yang membantu kinerja mereka hingga para pelanggan yang bersedia membayar. Bisa dibilang, para artis yang nyambi itu hanya sebagian kecil dari jaringan prostitusi. Tentu tak adil jika hanya menyorot (atau bahkan mencibir) mereka.

Masalahnya, undang-undang atau hukum yang mengatur kasus prostitusi masih belum jelas. Selama ini, dari segi hukum maupun sanksi sosial, yang selalu kena adalah si artis serta mucikari. Secara hukum, si mucikari akan menjadi tersangka karena menyediakan jasa perdagangan manusia. Lantas, si artis yang statusnya adalah saksi korban mendapat sanksi sosial.

Dalam kasus yang melibatkan VA dan AS, mereka sudah mendapat sanksi sosial. Berbagai pemberitaan di media massa serta unggahan dan komentar di media sosial tentu memberikan rasa malu meski mereka bukan tersangka.

Namun, ada satu yang terkesan diabaikan. Yakni, oknum yang memesan atau hendak menggunakan jasa prostitusi. Selama pengamatan saya sejak hari berita VA dan AS tersebar, sama sekali belum diungkap siapa sejatinya pengusaha asal Surabaya yang kuat membayar tarif Rp 80 juta itu.

Padahal, sangat tidak adil jika masyarakat dan aparat hanya menindak tegas si artis atau mucikari. Lihat saja, yang harus menanggung malu adalah VA dan AS yang “hanya” memenuhi permintaan si pemesan. Sementara itu, si pemesan lolos dari sanksi sosial. Hampir tidak ada yang mempermalukannya karena nekat menggunakan jasa prostitusi online.

Dengan demikian, harus ada upaya untuk mengusut siapa pemesan tersebut. Atau mungkin jaringan pemesan jika bisnis prostitusi sudah sampai ke level yang lebih luas. Pemesan pun harus mendapat perlakuan serupa. Jangan hanya mucikari atau si artis. Sebab, bisnis prostitusi bisa bergerak karena mereka, para pemesan. Kalau tidak ada yang pesan, tentu tidak ada yang menyediakan, bukan?

*) Penulis dan pengamat gaya hidup

(Disarikan dari hasil wawancara wartawan Jawa Pos Glandy Burnama/c11/agm)

 

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam