Minggu, 9 Agustus 2026

Dolar Galau, Investor Emas Menjemput Rezeki di Awal 2019

PALU EKSPRES, JAKARTA – Harga emas bersinar cerah akibat kegalauan Dolar di tengah ekspektasi rencana The Fed mengerem laju moneter tahun ini.

Mengutip laman Reuters, harga emas di pasar spot naik 0,3 persen menjadi USD 1.288,60 per ounce pada pukul 10.06 WIB, dan emas berjangka Amerika Serikat menguat sekitar 0,4 persen menjadi USD 1.290,70 per ounce

Seperti diketahui, Kepala Federal Reserve, Jerome Powell pada akhir pekan lalu, mengatakan bahwa dia menyadari risiko yang terkait dengan perlambatan ekonomi dunia dan memutuskan untuk bersabar serta fleksibel dalam mengambil keputusan mengenai kebijakan moneter tahun ini.

Manajer Cabang Tokyo, ICBC Standard Bank mengatakan, hal tersebut membuat emas makin bersinar awal tahun ini. “Harga emas akan bergerak lebih tinggi pada waktunya karena komentar The Fed. Mungkin, orang sudah mulai membeli,” ujar Ikemizu.

Menurutnya, investor memperkirakan The Fed akan tetap pada jalur pengetatan setelah tiga kali kenaikan tahun lalu, tetapi perang perdagangan yang sedang berlangsung dan pendapatan perusahaan baru-baru ini yang mengecewakan menempatkan ekspektasi tersebut sedikit berubah.

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga, karena hal itu mendogkrak opportunity cost memegang logam kuning itu yang tidak memberikan imbal hasil.

Di samping itu, pasar terus mencermati negosiasi perdagangan antara Washington dan Beijing mulai hari ini. Presiden AS Donald Trump mengatakan melemahnya pertumbuhan ekonomi Tiongkok menempatkan Amerika Serikat dalam posisi yang kuat sebagai negosiator, meningkatkan optimisme investor untuk kemungkinan kesepakatan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia itu.

Menunjukkan selera investor untuk emas, kepemilikan pada SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, naik 0,37 persen menjadi 798,25, Kamis.

Di antara logam mulia lainnya, palladium turun 0,3 persen menjadi USD 1.296,99 per ounce. Perak naik 0,5 persen menjadi USD 15,77 per ounce, sedangkan platinum bertambah 0,1 persen menjadi US D823,40.

(uji/jpc)

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital