Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

Warga Balaroa Tuntut Ganti Rugi Lahan Terdampak Likuifaksi

PALU EKSPRES, PALU– Korban bencana yang tergabung dalam Forum Korban Likuifaksi Kelurahan Balaroa Kota Palu menuntut pemerintah memberi ganti rugi lahan terdampak likuifaksi. Forum menilai warga masih memiliki hak keperdataan diatas lahan tersebut. Sementara pemerintah telah menetapkan lahan itu dalam zona merah rawan bencana.

Djufri salahsatu anggota forum menuturkan hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai ganti rugi tersebut. Menurutnya tuntutan ini perlu sama-sama disuarakan baik oleh masyarakat maupun pemerintah setempat. Karena kebijakan terkait hal ini sepenuhnya berada di pemerintah pusat.

“Ini perlu diperjelas karena kami masih punya hak keperdataan diatas lahan itu,”kata Djufri kepada Palu Ekspres, Senin 14 Januari 2019.

Pemerintah sejauh ini sebut Djufri baru sebatas memastikan ganti rugi dalam bentuk hunian tetap (Huntap). Namun rencana itupun menurutnya, sebagian warga Balaroa yang kehilangan rumah tidak sepenuhnya terakomodir.

Berdasarkan kesepakatan forum, Djufri mengaku jika tuntutan itu tidak bisa dipenuhi, maka warga berencana kembali menempati lahan lahan tersebut.

“Terserah kita mau mati disana. Kita akan pagari lahan itu. Dan pemerintah harus bertanggung jawab,”pungkasnya.

Tuntutan inipun disampaikan dalam unjuk rasa forum di depan Kantor Wali Kota Palu, Senin 14 Januari 2019. Selain ganti rugi lahan, forum juga menuntut percepatan pembangunan hunian tetap (Huntap) namun menolak jika lokasi Huntap itu di luar wilayah Kelurahan Balaroa.

Forum yang diketuai Abdurahman Kasim ini juga menolak direlokasi ke hunian sementara (Huntara). Sebaliknya mendesak agar anggaran pembangunan Huntara dikompensasikan menjadi uang tunai sebagai santunan bagi korban terdampak.

Abdurrahman dalam tuntutannya pun menuntut agar distribusi logistik sembako harus berbasis data yang valid sesuai nama dan alamat. Distribusinya pun harus dilakukan langsung pemerintah setempat. Selanjutnya menuntut pemerintah segera merealisasikan santunan duka bagi keluarga korban yang telah dijanjikan Kementerian Sosial dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu yang menerima langsung perwakilan warga di ruang kerja Wali Kota Palu menjelaskan, mengenai pembangunan dan kompensasi Huntara itu sepenuhnya berada ditangan Kementerian PUPR. Namun jika ada keinginan demikian, pihaknya berjanji untuk menyampaikan ke tingkat pusat.

Demikian halnya jika warga menolak menempati Huntara yang akan disediakan nanti. Iskandar menyebut, itu akan disampaikan dengan catatan seluruh warga menandatangani penolakan itu.

“Akan tetapi ini juga bisa menimbulkan masalah. Sebab terapat ratusan warga Balaroa lainnya yang ingin tetap direlokasi ke Huntara,”jelas Iskandar.

Sedangkan untuk Huntap, Iskandar menjelaskan bahwa lokasi yang berdekatan dengan Kelurahan Balaroa pada dasarnya sudah tersedia. Yakni, diatas lahan sport center. Lahan ini dibawah kewenangan Pemkot Palu. Hanya saja, luasan lahan itu dipastikan tidak mencukupi untuk menampung seluruh pengungsi Balaroa.

“Ada ribuan ribuan pengungsi yang terdata dari Balaroa. Tapi kapasitas lahan sport center hanya mampu menampung sekitar 200 kepala keluarga,”jelasnya.

Iskandar menjelaskan, Wali Kota Palu telah berupaya mempercepat pembangunan Huntap. Sejauh ini sebutnya sudah ada donatur yang memberikan bantuan Huntap tersebut. Tahun ini juga menurut dia, sarana infrastruktur pendukung lokasi Huntap sudah mulai dikerjakan. Namun lokasi pembangunan Huntap itu umumnya berada diluar dari lokasi yang diinginkan forum.

“Ini diluar dari Huntap yang disediakan pemerintah pusat. Sudah ada sekitar tiga ribu unit,”pungkasnya.

Unjuk rasa forum warga korban likuifaksi Balaroa ini mulai dilakukan di DPRD Kota Palu. Dari situ massa bergerak menuju arah kantor wali kota. Tiga anggota DPRD Palu ikut dalam unjuk rasa itu. Yakni Wakil Ketua, Erdandi, Alimudin H Alibau dan Bei Arifin.

(mdi/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital