Minggu, 9 Agustus 2026

IHSG Kembali Menguat ke 6.419

PALU EKSPRES, JAKARTA – Perdagangan saham hari ini kembali sukses dibuka menguat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat pada pembukaan perdagangan hari ini dengan naik 10,47 poin atau 0,16 persen ke 6.419.

Sementara Indeks LQ45 naik 2,57 poin atau 0,3 persen menjadi 1,021,87, indeks Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,94 poin atau 0,3 persen ke 720,23, dan indeks IDX30 naik 1,29 poin atau 0,2 persen ke 562,10.

Adapun pada pembukaan perusahaan hari ini, ada 137 saham menguat, 32 saham melemah, dan 130 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp 158,8 miliar dari 190,4 juta lembar saham diperdagangkan.

Sektor penggerak IHSG menguat dengan sektor pertambangan memimpin penguatan 0,6 persen.

Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya mengatakan, tren IHSG akan ditopang sentimen positif terkait rilis suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7-Day Reverse Repo Rate), sehingga hari ini laju bursa diprediksi melanjutkan proses kenaikan.

“Pola pergerakan IHSG menjelang rilis data BI 7-Day Repo Rate terlihat masih cukup kuat untuk kembali melanjutkan proses penguatan,” kata William di Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Seperti diketahui, BI akan akan menggelar Rapat Dewan Gubernur pada 16-17 Januari 2019, salah satu keputusannya akan menetapkan besaran suku bunga yang saat ini tercatat enam persen.

William mengatakan, proses penguatan IHSG juga masih ditunjang oleh sejumlah data perekonomian domestik yang tercatat stabil. “Bahkan, arus capital inflow masih terjadi sejak awal tahun ini,” ucapnya.

Lebih lanjut dia menyatakan, saat ini IHSG memiliki support terdekat yang akan berupaya dipertahankan pada level 6.123, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada di posisi 6.421. “Hari ini IHSG berpotensi naik,” ungkap William.

Dengan demikian, peluang kenaikan lanjutan pada laju IHSG hari ini, William merekomendasikan sembilan saham yang bisa dicermati pelaku pasar, yakni:

1. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
2. PT Mayora Indah Tbk (MYOR)
3. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI)
4. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
5. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)
6. PT Gudang Garam Tbk (GGRM)
7. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
8. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
9. PT Bank Jatim Tbk (BJTM)

(rom/jpc)

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital