Minggu, 9 Agustus 2026

Kubu Prabowo-Sandi Takut KPU Berikan Kisi-kisi ke Petahana

PALU EKSPRES, JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mewacanakan untuk tidak lagi memberikan kisi-kisi pertanyaan panelis kepada pasangan calon pemilihan presiden di debat berikutnya. Alasannya, mereka telah banyak menerima kritik ihwal pelaksanaan debat perdana pada (17/1/2019) lalu.

Menanggapi hal itu, Ferdinand Hutahean selaku Juru Bicara Badan

Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno

menyambut baik keputusan yang telah diambil KPU. Mereka pun setuju

dengan wacana tak memberikan kisi-kisi kepada pasangan calon.

“Kita sambut baik jika KPU tidak memberikan kisi-kisi kepada kedua

paslon saat debat. Itu bagus dan saya setuju,” kata Ferdinand saat

dihubungi JawaPos.com, Minggu (10/1/2019).

Kendati demikian, Ferdinand mengingatkan KPU untuk tidak boleh

memberikan kisi-kisi secara diam-diam kepada salah satu paslon.

Kader Partai Demokrat ini pun mengingatkan bahwa masyarakat

Indonesia tengah krisis kepercayaan kepada KPU.

“Sejauh mana rakyat bisa percaya bahwa KPU akan betul betul

menutup kisi kisi kepada kedua paslon? Apakah tidak akan diberikan

diam-diam kepada salah satu paslon terutama kepada Jokowi

Ma’ruf?,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ferdinand berharap, KPU dapat menjaga demokrasi yang

baik, jujur dan adil dalam kontestasi politik lima tahunan ini.

Dia tak mau, ada kecurangan yang merugikan salah satu paslon.

“Secara prinsip, kami setuju kisi kisi ditutup sepanjang KPU

berani jujur dan tidak berpihak alias curang,” pungkasnya.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum ( KPU) tengah mewacanakan untuk

tidak lagi memberikan pertanyaan atau kisi-kisi ke capres-cawapres

sebelum debat digelar. Keputusan ini diambil setelah KPU menerima

kritik dan saran dari masyarakat pasca-debat pertama pilpres,

Kamis (17/1/2019).

“KPU RI berupaya mengartikulasikan harapan publik, sehingga untuk

debat berikutnya abstraksi soal yang dibuat panelis tidak

diberitahukan kepada kandidat,” kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan

kepada wartawan, Sabtu (19/1/2019).

(igm/jpc)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital