Minggu, 30 Agustus 2026

Bebaskan Ba’asyir, Pengamat: Wajar Saja Jokowi Dianggap Pencitraan

PALU EKSPRES, JAKARTA – Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia

(UAI), Ujang Komarudin mengatakan, ‎pemberian grasi kepada Pimpinan

Jamaah Ansharut Tauhid Abu Bakar Baasyir‎ merupakan kewenangan

seorang kepala negara. Meski begitu, Ujang menilai, pemberian

grasi tersebut bakal memberikan keuntungan untuk Joko Widodo

(Jokowi) yang saat ini tengah bertarung di pilpres 2019.

Hal itu dikarenakan, selama ini Jokowi diserang dengan stigma

anti-Islam. Terlebih lagi, kata Ujang, Jokowi terlihat kerap

berseberangan dengan kelompok Islam garis keras. Maka dari itu,

secara politik, pembebasan Ba’asyir akan membangun citra baik bagi

Jokowi.

‎”Kalau disebut pencitraan itu hal wajar. ‎Ini menguntungkan Pak

Jokowi. Karena stigma anti-Islam harus hilang. Ini keputusan yang

tepat dalam politik yang dilakukan Jokowi‎,” ujar Ujang kepada

JawaPos.com, Sabtu (19/1/2019).

Ujang menambahkan, keuntungan yang didapatkan Jokowi ini lantaran

pembebasan Ba’asyir berdekatan dengan pilpres 2019. “Nah, dalam

kontes ini, yang menguntungkan Jokowi karena di saat yang sama

sedang terjadi pertarungan pilpres,” katanya.

Namun demikian, kata Ujang, Jokowi juga harus menyadari ada

pihak-pihak yang tidak setuju dengan keputusannya ini. Karena di

satu sisi ada keluarga korban terorisme yang menentang langkah

yang dilakukan pria asal Surakarta ini.

“Pasti akan ada yang tidak setuju dan pro-kontra. Setiap kebijakan

Jokowi kemungkinan berdampak politik. Jika ada korban tidak

sepakat, itu hak korban, dan bisa gugat Jokowi,” katanya.

Meski begitu, Ujang memahami bahwa keputusan Jokowi ini atas dasar

faktor kemanusiaan. Ba’asyir sudah tua dan di dalam bui ia sering

keluar masuk rumah sakit karena penyakit yang dideritanya.

“Pertimbangannya mungkin usianya tua, dan sakit-sakitan. Artinya

sebagai manusia masa mau dipenjara terus‎,” katanya.

Di sisi lain ‎Ba’asyir juga telah menjalani dua pertiga dari masa

kurungan. Hal ini merujuk pada Undang-undang Nomor 12/1995 tentang

Pemasyarakatan, yang isinya adalah pembebasan bersyarat bisa

diberikan kepada narapidana yang telah menjalani masa hukuman

sekurang-kurangnya dua pertiga dari masa pidananya.

Sementara Ba’asyir sendiri divonis 15 tahun penjara oleh

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada bulan Juni 2011. Sekadar

informasi, Pimpinan Jamaah Ansharut Tauhid Abu Bakar Ba’asyir

dikabarkan akan bebas pada Kamis, 24 Januari 2019. Narapidana

tindak pidana terorisme yang sebelumnya divonis 15 tahun penjara

ini dibebaskan oleh Presiden Jokowi, dengan alasan kemanusiaan.

Kabar ini disampaikan oleh penasihat hukum Jokowi-Ma’ruf Amin,

Yusril Izha Mahendra, ketika mengunjungi Lapas Gunung Sindur,

tempat Ba’asyir ditahan. “Hari ini saya ingin menyampaikan maksud

dari Presiden Jokowi yang ingin membebaskan Abu Bakar Ba’asyir,”

kata Yusril.

Ba’asyir yang kini berusia 80 tahun divonis 15 tahun penjara oleh

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam sidang yang digelar Juni

2011. Ba’asyir dinyatakan terbukti merencanakan dan menggalang

dana untuk pembiayaan pelatihan militer kelompok teroris yang

mengadakan latihan bersenjata di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.

(gun/jpc)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam