Sabtu, 8 Agustus 2026

Ultimatum Untuk MIT Ali Kalora, Batas Waktu Menyerah 29 Januari Atau Diserbu

PALU EKSPRES, JAKARTA– Satuan Tugas (Satgas) gabungan TNI Polri

operasi Tinombala mengultimatum kelompok Mujahidin Indonesia Timur

(MIT) pimpinan Ali Kalora Cs untuk menyerahkan diri paling lambat

Selasa (29/1/2019) pekan depan.

“Tindakan-tindakan preventif ini secara optimal kita laksanakan

sampai batas waktu 29 (jika) tidak ada respon baru subsatgas

penegakan hukum gabungan TNI-Polri melakukan upaya-upaya represif

(menyerang),” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi

Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin (21/1/2019).

Masih ada waktu delapan hari bagi Satgas melokalisir titik-titik

atau jalur-jalur logistik dan komunikasi kelompok Ali Kalora. Dedi

menjelaskan, ruang gerak kelompok Ali Kalora Cs sengaja

dipersempit.
“Jadi jalur-jalur logistik, kemudian jalur komunikasi, jalur-jalur

yang tidak menutup kemungkinan kelompok tersebut akan turun dari

hutan ke perbatasan, di desa-desa semua sudah dilokalisir oleh

satgas penegakan hukum,” tutur Dedi.
Fokus satgas saat ini masih tahap preventif dengan melakukan

sosialisasi dan edukasi secara masif kepada masyarakat.

“Jadi ada anggota dari subsatgas preventif yang langsung

bersentuhan dengan keluarga-keluarga kelompok Ali Kalora cs,”

jelas Dedi.

Selain itu juga dilakukan penyebaran pamflet-pamflet dibantu

aparat setempat.

“Penyebaran foto, penyebaran DPO (Daftar Pencarian Orang)

disebarkan oleh seluruh Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta subsatgas

preventif, baik melalui udara maupun darat,” sebutnya.

Kelompok MIT diambil alih Ali Kalora setelah Santoso tewas pada

2016 lalu dalam Operasi Tinombala gabungan polisi dan TNI.

Informasi terbaru, ada penambahan empat anggota Kelompok MIT

pimpinan Ali Kalora. Sehingga totalnya kini 14 anggota.

Empat orang tersebut teridentifikasi berasal dari Banten dan

Makassar. Mereka semua telah ditetapkan sebagai buronan (DPO).

Keempat orang tersebut adalah Alvin asal Banten, Jaka (Banten),

Ramadan (Banten), Alqindi Mutaqien (Banten), serta Andi Muhamad (Makasar).

(wid/rmol)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital