Yayasan Buddha Tzu Chi Bantu Huntap di Sulteng, Yayasan Terapkan Verifikasi Ketat Penerima Huntap

  • Whatsapp

 

 

PALU EKSPRES, PALU – Upaya percepatan pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi korban bencana yang dilakukan Wali Kota Palu telah membuahkan hasil. Rencananya Huntap akan segera mulai dibangun pada awal Februari 2019 mendatang.

Huntap yang akan dibangun merupakan bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Taiwan. Yayasan berjaringan lintas negara itu rencananya membangun sebanyak 2000 unit Huntap.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkot Palu, Yohan Wahyudi menjelaskan, Gubernur Sulteng H Longki Djanggola dan Wali Kota Palu, Hidayat telah melakukan pertemuan dengan pimpinan Yayasan Buddha Tzu Chi untuk merealisasikan rencana itu, Rabu 23 Januari 2019 di Jakarta.

Berdasarkan hasil pertemuan, jumlah Huntap bantuan yayasan sebanyak 2000 unit yang dibangun secara bertahap. Tahap pertama rencananya sebanyak 1000 unit.

“Peletakan batu pertama pembangunan Huntap akan digelar 30 Januari 2019 ini,”kata Yohan, Kamis 24 Januari 2019.

Perwakilan Yayasan Buddha Tzu Vhi di Palu, Aida Angkasa, kepada Palu Ekspres, merinci lebih jauh rencana pembangunan Huntap tersebut.

Menurutnya, tahun ini yayasan sedianya akan membangun sebanyak 3ribu unit untuk Palu, Sigi dan Lombok. Namun sejauh ini rencana bantuan untuk Kabupaten Sigi tidak direspon oleh Bupati Sigi, Irwan Lapatta.

Karenanya tahun ini Huntap hanya akan diberikan untuk Kota Palu dan Lombok. Mengenai kemungkinan adanya peralihan bantuan dari Sigi ke Palu sebut Aida, akan dibicarakan kembali dengan pimpinan.

Kepastian pembangunan Huntap jelas Aida, bisa terealisasi secepatnya di Kota Palu lantaran pihak yayasan telah mendapat kepastian mengenai pembebasan lahan eks hak guna bangunan (HGB) yang akan menjadi lokasi pembangunan. Bahwa lahan HGB sudah diserahkan pemilik HGB kepada negara.

Lokasi yang dimaksud adalah lahan eks HGB di Kelurahan Tondo atau berada di bagian belakang Kampus Untad Palu.

“Wali Kota Palu sudah bertemu pimpinan kami. Dan telah memberi kepastian bahwa lahan HGB yang dimaksud sudah diserahkan oleh pemilik HGB kepada pemerintah untuk menjadi lokasi pembangunan Huntap,”jelas Aida, Rabu 23 Januari 2019 di Palu.

Namun kata Aida, pemberian Huntap kepada penerima nantinya melalui standar verifikasi ketat yang akan dilakukan bersama Pemkot Palu. Tidak serta merta memasukkan penerima bantuan sesuai data dan nama yang disodorkan Pemkot Palu.  Setiap penerima akan menandatangani sejumlah pernyataan tertulis.

“Itu standar yayasan agar yang menerima nantinya betul betul tepat sasaran dan harus ada skala  prioritas”kata Aida.

Syarat  pertama adalah tidak merombak struktur bangunan dan  menandatangani perjanjian tidak menjadikan sertifikat Huntap kepada Perbankan dalam jangka 10 tahun. Sebab, Huntap yang akan disalurkan nanti langsung lengkap dengan sertifikat hak milik dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Kalau perjanjian ini dilanggar, kami bisa rekomendasikan ke pemerintah untuk mengeluarkan penerima dari Huntap,”ujarnya.

Berikutnya terkait  kartu keluarga (KK). Prioritas penerima Huntap adalah mereka yang memiliki KK sebelum terjadi bencana di Kota Palu. Syarat ini untuk menghindari adanya pemisahan KK yang dilakukan setelah bencana agar bisa mendapat dua unit Huntap.

“Karena biasanya ada dua kepala keluarga yang tercatat dalam satu kartu keluarga. Namun karena ada bantuan, keluarga lain ini pisah kartu keluarga,”jelasnya.

Aida menambahkan, Huntap dari yayasan akan dibuat dengan model couple bertype 36. Tidak seperti konsep perumahan komersial lainnya. Huntap akan dilengkapi fasilitas pendidikan mulai dari tingkat taman kanak-kanak, sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.

“Karena itu penerima harus diseleksi ketat. Basisnya siapa yang benar benar membutuhkan,”demikian Aida.

(mdi/palu ekspres)

Pos terkait