Minggu, 9 Agustus 2026

KPU Berharap Uji Materi UU Pemilu Bisa Cepat Selesai

PALU EKSPRES, JAKARTA – Undang-Undang Nomor 7/2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) dilakukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK). Adapun materi yang diuji yakni soal ketentuan pindah memilih atau pengaturan daftar pemilih tambahan (DPTb)

?Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman mengaku tidak mempermasalahkan adanya uji materi tersebut. Karena memang semua masyarakat Indonesia uang sudah memenuhi kriteria berhak memilih calonnya di Pemilu 2019.

“Kalau memang ada pihak lain yang sudah memasukkan, dan kami rasa pandangannya isinya sama dengan kami,” ujar Arief di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (1/3/2019).

Arief berharap sidang uji materi ini bisa cepat dimulai. Pasalnya saat ini sudah mepet dan sangat mendekati hajatan Pileg dan Pilpres, 17 April 2019 ini.

“Maka, proses persidangannya juga dibutuhkan berlangsung dengan cepat. Karena, setelah diputuskan, KPU juga punya pekerjaan lain untuk menindaklanjuti dan menyediakan kebutuhan surat suara,” katanya.

Sekadar informasi, polemik ini bermula ada pesantren kemudian universitas dan Istitut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang terancam tidak bisa memilih. Hal itu karena terlalu banyak para santri dan mahasiswa yang melakukan pindah TPS. Padahal KPU menyediakan surat suara cadangan sebanyak dua persen di setiap TPS.

Atas dasar itu, mahasiswa Bogor bernama Joni Iskandar dan Roni Alfiansyah Ritonga mengajukan uji materi atau judicial review (JR) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu ke Mahkamah Konstitusi.

Mereka merasa keberatan atas ketentuan pindah memilih atau pengaturan daftar pemilih tambahan (DPTb) yang termuat dalam Pasal 210 ayat (1) ayat (2), dan ayat (3), Pasal 344 ayat (2) dan Pasal 348 ayat (4) UU Pemilu ini. Mereka tidak bisa mengurus pindah memilih ke Kabupaten Bogor dan terancam tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Tahun 2019.

(gun/jpc)

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital