PALU EKSPRES, PALU– Proses asessmen tingkat kerusakan bangunan rumah akibat bencana akan dilakukan sekaligus dengan verifikasi dan validasi kebenaran pemilik rumah.
Proses ini akan dilakukan dinas pekerjaan umum (PU)Kota Palu. Asessmen merupakan proses awal sebelum penyaluran dana stimulan perbaikan rumah.
Sekaitan itu, Anggota DPRD Palu, Idiljan Djanggola berharap agar tahap asessmen ini berjalan efektif. Artinya jangan ada rumah rusak yang terlewati. Karena kata dia rekomendasi tim asessmen nantinya akan menjadi salah satu syarat bagi warga yang rumahnya rusak untuk mendapat dana stimulan tersebut.
“Tim harus bekerja optimal. Pastikan seluruh rumah yang telah terdata itu diasessmen,”kata Idiljan Djanggola, Jumat 1 Maret 2019.
Diapun meminta Pemkot Palu transparans untuk menyampaikan informasi mengenai proses dan perkembangan asessmen. Terutama menyangkut jadwal asessmen di masing masing kelurahan.
“Bila perlu ada imbauan melalui rumah- rumah ibadah. Agar masyarakat bisa siap dirumahnya ketika tim datang,”harapnya.
Demikian halnya pemerintah kelurahan. Menurut Idiljan, jajaran pemerintah kelurahan harusnya sudah mulai menyosialisasikan proses asessmen itu kepada masyarakatnya.
“Memastikan rumah masyarakat itu harus diasesmen. Karena sesuai info yang kami terima, ada rumah yang belum diasessmen tapi sudah masuk dalam data. Begitu juga sebaliknya,”harap Idiljan.
Sebelumnya Kepala Bappeda Palu, Arfan, menyatakan proses asessmen kerusakan rumah akan segera dimulai. Jumlah rumah rusak sudah didata dalam dua tahap.
Dalam data tahap 1 kondisi bangunan, jumlah total rumah rusak sebanyak 42.864. Dengan rincian RB sebanyak 9.181. RS sebanyak 12.717 unit. RR sebanyak 17.293 dan RH sebanyak 3.673.
Sedangkan tahap dua ini jumlah kerusakan rumah masyarakat yang dilaporkan, bertambah sebanyak 12.238 unit. Terdiri dari rumah rusak berat (RB) sebanyak 2.422unit. Rusak sedang (RS) sebanyak 3.200unit dan rusak ringan (RR) sebanyak 3.785 unit dan rumah hilang (RH) sebanyak 2.831 unit.
Dengan demikian jumlah total rumah rusak dalam data tahap 1 dan 2 sebanyak 55.102 unit. Antara lain rumah RB sebanyak 11.603. Rumah RS sebanyak 15.917 unit. Rumah RR sebanyak 21.078 unit dan rumah hilang sebanyak 6.504 unit.
Menurut Arfan, data kondisi bangunan rumah rusak tahap 1 akan menjadi prioritas verifikasi dan validasi serta asessmen dari dinas pekerjaan umum (PU) Kota Palu. Hal itu utuk mempercepat proses penyaluran dana stimulan perbaikan rumah.
PUPR menurutnya pernah melakukan asesmen tingkat kerusakan rumah di Kota Palu pada Oktober sampai dengan November 2018 silam. Sedikitnya kata dia 18.438 unit rumah rusak di Kota Palu. Namun data rumah yang diasesmen tersebut tidak mengacu pada data kondisi rumah tahap 1. Karena data itu baru dirilis pada awal Februari 2019.
Akan tetapi jelas Arfan, setelah dilakukan pengecekan, terdapat sedikitnya 5.962 unit rumah rusak dalam data tahap 1 yang kebetulan masuk dalam proses asessmen PUPR tersebut.
“Rencananya rumah yang telah melalui proses asessmen inilah yang akan menjadi prioritas pemberian dana stimulan,”jelas Arfan, Kamis 28 Februari 2019.
Terhadap sisah rumah dalam data tahap 1 yang belum melalui proses assessment, pihaknya lanjut Arfan akan segera menyerahkannya kepada dinas PU Palu untuk proses asesmen lanjutan.
“Asessmen akan dimulai pekan ini .Sisa data rumah yang belum asessmen akan kami berikan ke PU,”katanya.
Berkaitan dengan dimulainya asessmen, pihaknya lanjut Arfan mengimbau masyarakat untuk tidak meninggalkan rumah. Agar nantinya petugas lebih mudah memverifikasi dan validasi kebenaran data pemilik rumah bersangkutan.
“Kami juga akan meminta jadwal itu di dinas PU supaya kami juga bisa umumkan melalui pemerintah kelurahan,”pungkasnya.
(mdi/palu ekspres)






