Minggu, 9 Agustus 2026

6 Bulan Kampanye, Elektabilitas Jokowi Unggul 28 Persen atas Prabowo

PALU EKSPRES, JAKARTA – Setelah enam bulan masa kampanye berjalan, jarak elektabilitas antara pasangan petahana Jokowi-Ma’ruf dengan penantangnya Prabowo-Sandi sudah semakin lebar. Kondisi itu terungkap dalam hasil survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA.

Dalam survei kali ini, pasangan Joko-Ma’ruf mendapat elektabilitas sebesar 58,7 persen. Sementara itu, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat dukungan sebesar 30,9 persen. Selisih antara keduanya meningkat menjadi sekitar 28 persen. Padahal, dalam survei-survei sebelumnya masih berkisar 20 persen.

“Sementara responden yang belum memutuskan, merahasiakan, atau tidak menjawab menjawab sebesar 9,9 persen,” ujar peneliti LSI Ardian Sopa di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (5/3/2019).

Total dukungan kepada dua pasangan ini sendiri belum mencapai angka 100 persen jumlah responden. Sebab dalam simulasi surat suara masih ada ditemukan suara tidak sah dalam survei tersebut.

“LSI mencoba memotret secara lebih akurat dengan menggunakan simulasi menyodorkan kertas suara dalam kegiatan survei. Hasilnya, suara tidak sah tercatat sebesar 0,5 persen,” tutur dia.

Namun, Ardian menuturkan, survei ini belum pasti menggambarkan pasangan petahana akan menang mutlak atas kompetitornya. Sebab masih ada 43 hari masa kampanye untuk masing-masing paslon memperbesar elektoralnya.

Namun, dalam tren elektabilitas selama 3 bulan terakhir pasangan Jokowi-Ma’ruf cenderung terus meningkat. Dibuka dengan 53,2 persen pada November 2018. Selanjutnya, 54,2 persen pada Desember, dan 54,8 persen pada Januari 2019.

Sementara itu, pasangan Prabowo-Sandi cenderung naik turun elektabilitasnya, namun dalam selisih yang tipis. Dibuka dengan 31,2 persen pada November 2018. Selanjutnya, 30,6 persen pada Desember, dan 31,0 persen pada Januari 2019.

“Tren elektabilitasnya ada yang naik dan ada yang turun, tapi jaraknya relatif stabil yaitu di atas 20 persen. Jika dilihat tren ini sebenarnya pertarungan sudah selesai. Tapi, namanya politik sangat dinamis. Kita harus menunggu hasil resminya dari KPU,” pungkas Ardian.

Sebagai informasi, survei ini dilakukan pada rentang waktu 18-25 Februari 2019, melibatkan 1.200 responden. Metode yang digunakan yaitu multistage random sampling, dengan wawancara tatap muka. Margin of error survei sebesar 2,9 persen.

(gun/jpc)

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital