Senin, 7 September 2026
Opini  

Potensi Sektor Kemaritiman Sulteng Dapat Integrasikan Pariwisata dan Perikanan

SEKTOR Kemaritiman Nasional terdiri subsektor Perikanan, Pariwisata Bahari, Energi Sumberdaya Mineral, Transportasi Laut, serta Kekayaan Sumberdaya Hayati, diperkirakan bisa menghasilkan Rp 20 ribu triliun per tahun, jika dapat dikelola dengan baik menurut Presiden RI, Joko Widodo, dalam Rakor Kemenkomar 2017 di Jakarta.

Selanjutnya Anggaran Pendapatan Belanja Negara, APBN Indonesia di tahun 2018 hanya sebesar Rp 2.221 triliun rupiah; dan total Pendapatan Negara atau Produk Domestik Bruto, PDB juga masih rendah yaitu sebesar Rp 14.837,4 triliun dengan PDB per kapita sebesar Rp 56 juta atau setara US$ 3.927, di bawah beberapa negara ASEAN lainnya.

Idealnya, PDB per kapita negara kita mencapai angka US$ 6.000. Karena itu diperlukan skenario bagaimana memanfaatkan potensi Kemaritiman itu agar dapat meningkatkan pendapatan Negara dan Kesejahteraan Masyarakat.

Pendekatan Industrialisasi

Daya saing di era digitalisasi saat ini dapat terbangun bila dirancang dan diimplementasikan dengan pendekatan industrialisasi. Ada lima tahapan yang harus dilalui untuk menjadi negara yang industrinya mandiri dan berdaya saing.

Pertama, menyusun roadmap pengembangan; 2. Menyiapkan sumberdaya manusia; 3. Mempersiapkan inovasi-teknologi; 4. Mendorong menjadi industri pra komersial, dan 5. Menjadi industri komersial berkelanjutan.

Roadmap, penyiapan SDM dan Inovasi-Teknologi merupakan problem utama kita dalam membangun daya saing industri. Ada roadmap, namun masih parsial, umum dan belum detail. Pendidikan vokasi untuk SMK dan Diploma telah dibangun di mana-mana. Lagi- lagi luarannya belum bisa memenuhi tuntutan pasar.

Demikian pula dalam bidang pengembangan Iovasi-Teknologi masih berjalan sendiri-sendiri. Dana riset kita sekitar Rp 24 triliun atau kurang lebih 1 persen dari APBN. Missing link atau gap antara dunia riset, Perguruan Tinggi dan Litbang, dengan dunia industri masih lebar.

Karenanya, tiga faktor yang masih menjadi soal tadi harus menjadi perhatian dan pekerjaan rumah bagi pemerintah yang baru nanti. Dibutuhkan regulasi yang memberikan insentif dan kemudahan, seperti dibebaskan dari pajak, bunga murah bahkan nol persen terhadap riset-riset yang dilakukan dunia industri, sehingga memperbesar jumlah penemuan.

Selanjutnya missing link antara industri dan dunia riset dapat diperkecil dengan harapan terbangunnya sinergitas triple helix antara Academic, Bussines and Govermant yang biasa disingkat ABG. Apalagi saat ini sejumlah negara di dunia terus mendalami dan mengintegrasikan pengembangan industrinya dengan tuntutan era digitalisasi, industri 4.0.

Inovasi-Teknologi

Daya saing sebuah industri komoditas akan ditentukan oleh 3 faktor yang biasa disebut 3 K, yaitu Kuantiti, Kualiti dan Kontinyuiti. Penguasaan Inovasi-Teknologi akan menjadi faktor kunci dan penentu untuk mewujudkan 3 K itu. Makanya, riset sangat dibutuhkan, karena tidak akan ada penemuan (invensi) tanpa riset, dan tidak akan ada inovasi-teknologi tanpa  penemuan.

Semangat dan dukungan riset pada komoditas unggulan menjadi strategis dan tidak terpisahkan dari upaya membangun daya saing industri kemaritiman. Perikanan di Indonesia merupakan salah satu subsektor yang potensial menyediakan pangan untuk kebutuhan dalam negeri maupun masyarakat dunia.

Ada sejumlah komoditas di pesisir dan laut yang telah berkembang dan memberikan devisa di tahun 2018 sekitar US$ 4 miliar, namun masih perlu ditingkatkan peran dan kinerjanya menjadi berkali lipat. Komoditas itu di antaranya, adalah tuna dan jenis lainnya untuk subsektor perikanan tangkap. Sementara subsektor perikanan budidaya adalah rumput laut, udang, bandeng, kakap putih atau baramundi dan jenis ikan karang.

Sulawesi Tengah

Pemerintah daerah di beberapa wilayah di negeri ini telah menjadikan integrasi subsektor Pariwisata dan Perikanan sebagai salah satu lokomotif baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerahnya. Sulawesi Utara sejak tiga tahun lalu telah membuka penerbangan langsung dari China-Manado-China dan tahun ini dari Philipina-Manado-Philipina.

Saat ini juga sementara digagas penerbangan Kinibalu-Manado-Kinibalu. Catatan yang ada di tahun 2018, menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan ke Manado mendekati 124.830 orang dan didominasi turis China sekitar 85 persen dengan lama rata-rata tinggal sekitar 3,4 hari.

Pemerintah Sulawesi Selatan saat ini juga menjadikan integrasi Subsektor Pariwisata dan Perikanan menjadi salah satu “amunisi baru” untuk mendorong perekonomian daerahnya.

Bandara Tanah Toraja saat ini sedang dipersiapkan untuk menjadi bandara Internasional, sehingga Penerbangan dari negara lain dapat langsung ke wilayah yang dikenal dengan tujuan wisata “Negeri di atas Awan”.

Selain itu Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan telah membangun kerjasama dengan Pemerintah Jepang dalam pengembangan subsektor Perikanan.

Provinsi Sulawesi Tengah yang berada diantara Manado di Utara dan Makassar di Selatan Pulau Sulawesi, telah merasakan dampak dari berkembangnya subsektor Pariwisata di dua daerah tersebut. Sejumlah komoditas, khususnya makanan asal laut, Sea Food banyak dikirim ke Manado dan Makassar untuk mensuply kebutuhan turis maupun tamu lainnya.

Tingginya permintaan makanan asal laut tersebut antara lain menjadikan Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor Perikanan meningkat menjadi 106 persen dan tertinggi diantara subsektor lainnya di daerah ini. Tentunya kita berharap Sulawesi Tengah dapat memanfaatkan kesempatan untuk kepentingan yang lebih besar dengan membangun interkoneksi penerbangan yang masuk dari Utara (Manado) dan Selatan (Makassar), selanjutnya keluar dari Tengah (Palu).

Kesiapan bandara Mutiara Sis Al Jufri menjadi Bandara Internasional menjadi keharusan, karena turis dapat terbang langsung (direct flight) kembali ke negaranya.

Ada sejumlah daya tarik wisata yang dimiliki Sulawesi Tengah yang tidak kalah baiknya dengan Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan, seperti Togian di Tojo Unauna; Sambori di Morowali; Patung Megalitikum Lore-Lindu Kabupaten Poso; Tanjung Karang di Donggala sampai kepada wisata edukasi melalui pembanguna “mesium modern” yang menggambarkan proses maupun dampak dari gempa, tsunami dan lukuifaksi di Palu, Sigi dan Donggala yang terjadi pada tanggal 28 September 2018, sebagai daya Tarik Baru.

Karena itu diperlukan roadmap atau peta jalan yang mengintegrasi subsektor Pariwisata-Perikanan dan sub sektor lainnya ; penyiapan sumberdaya manusia; serta penyiapan inovasi-teknologi maupun infrastruktur agar dapat mewujudkan sebuah wilayah dengan Industri Pariwisata yang mandiri dan berdaya saing. Semoga.

(Kepala Dinas Kelautan Perikanan Sulteng)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam