Sabtu, 8 Agustus 2026

Jokowi Nilai Perlu Ada Menteri Investasi dan Ekspor

PALU EKSPRES, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pemerintah mengakui bahwa dalam percepatan investasi Indonesia masih kalah dibanding negara-negara lain, terutama Vietnam, Thailand, dan Singapura.

Peringkat kemudahan berusaha atau ease of doing business (EODB) pun turun dari 72 ke 73.

Jokowi pun mengaku kecewa atas EODB dan investasi asing yang turun. Jokowi sempat mengusulkan, kalau perlu, Indonesia mempunyai dua menteri baru untuk mengatasi masalah tersebut. Yaitu, menteri investasi dan menteri ekspor.

Kedua menteri baru diharapkan mampu menuntaskan masalah fundamental ekonomi Indonesia tersebut.

”Negara lain juga sama, punya menteri khusus untuk urusan investasi dan ekspor,” ungkap mantan gubernur DKI Jakarta itu, Selasa (12/3/2019).

Saat ini pemerintah sedikit demi sedikit sebenarnya sudah melakukan perubahan. Salah satunya, layanan Online Single Submission (OSS).

Per 10 Maret 2019, jumlah total registrasi OSS adalah 127.405 badan usaha/perorangan.

Aktivasi akun sebanyak 115.675; nomor induk berusaha (NIB) 114.246, izin usaha 106.867, dan izin komersial/operasional 81.797. Jokowi mengaku, transformasi itu baru permulaan.
Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pemerintah daerah (pemda) harus bisa membantu pemerintah untuk memerbaiki peringkat EODB.

Pemda tak perlu membuat aplikasi serupa yang justru menyamai OSS.

”Jadi inovasinya jangan malah sama atau bentrok seperti OSS. Permudah saja urusan-urusan di lapangan supaya EODB kita naik. Karena kuncinya di daerah,” kata Darmin.

Di sisi lain, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) optimistis tren positif investasi tahun ini tetap terjaga.

Tahun lalu realisasi investasi mencapai Rp 721,3 triliun atau meningkat 4,1 persen dibanding 2017.

Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong mengatakan, 2018 adalah kali pertama investasi asing turun.

Saat itu investasi penanaman modal asing (PMA) menurun 8,8 persen dibanding 2017 dengan realisasi Rp 392,7 triliun.

”Biasanya tumbuh double-digit,” ujar Lembong.
Menurut dia, hal tersebut sejalan dengan investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) global yang turun 20 persen tahun lalu.

Penurunan investasi itu disebabkan beberapa hal. Antara lain, perang dagang antara AS versus Tiongkok, kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed), dan kembalinya arus modal asing dari negara berkembang ke negara maju.

(rin/c25/oki)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital