Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

Hasil Penelitian Mahasiswa Pascasarjana Untad, Keanekaragaman Arthropoda Pastikan Cemaran Merkuri

Hasrianty

PALU  EKSPRES, PALU– Pencemaran merkuri di Tambang Emas Poboya, Palu, Sulawesi Tengah dipastikan terjadi melalui indikator keanekaragaman organisme arthropoda tanah dan air. Simpulannya, semakin tinggi kadar cemaran merkuri pada tanah dan air maka keanekaragaman arthropoda semakin rendah.

Di beberapa titik, pencemaran merkuri telah melebihi batas ambang.
Demikian disampaikan promovendus Pascasarjana Universitas Tadulako, Program Studi Doktoral Ilmu-Ilmu Pertanian, Hasriyanty dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor Pascasarjana Untad, Jumat (5/4/2019) di Kampus Pascasarjana Untad.

Ujian terbuka ini dipimpin Wakil Direktur Keuangan Pascasarjana Untad, Prof Rusdi.
Ujian juga dihadiri Penguji Luar dari Jurusan Hama Penyakit, Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Prof Itji Diana Daud.

Penguji lainnya Dr Uswah Hasanah dan Dr Muhardi sebagai penguji anggota. Juga tentu hadir promotor Prof Alam Anshary serta Prof Shahabuddin dan Dr Moh Yunus sebagai co-promotor.
Pelaksanaan Ujian Terbuka Promosi Doktor ini berjalan lancar selama dua jam lebih. Hasilnya para penguji menyatakan promovendus lulus dengan predikat sangat memuaskan dengan Indeks Prestasi Komulatif 3,97.

Dalam penelitiannya, Hasriyanty memilih lima lokasi tromol dan lokasi yang berada di sekitar tambang emas Poboya serta di Sungai Pondo sungai yang membelah Poboya dan bermuara di Teluk Palu. “Hasilnya, kami menemukan tiga spesies arthropoda tanah yang berperan sebagai bioindikator dengan kategori sensitive terhadap cemaran merkuri,” ungkap Hasriyanty.
Tiga spesies tersebut yakni dari kelompok semut Monomorium sp.2, dan Tapinoma sp. Serta Chelisoches sp. Dan 3 spesies serangga air sebagai bioindikator kualitas air yakni Allocarp sp, Hydropsy sp.1 dan Hydropsy sp.2.

Selain “Kami juga menemukan bahwa merkuri merupakan bahan yang bersifat sebagai racun akut yang dapat membunuh organisme dengan cepat meski dengan dosis yang sangat kecil,” simpul Hasriyanty.
Sebagai rekomendasi, Hasriyanty menyarankan, adanya penghentian penggunaan merkuri dalam operasi pertambangan.

Saran lainnya, perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang analisis kandungan merkuri dalam tubuh arthropoda tanah maupun arthropoda air sehingga menjadi informasi penting yang melengkapi hasil penelitian ini. ***

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital