PALU EKSPRES, PALU – Rangkaian perjalanan 18 episode trauma healing Kopi Kapal api di 9 titik pengungsi, berakhir pada pertunjukan di huntara Silae, Sabtu pekan lalu. Pertama digelar pada 12 Februari di huntara Petobo, kegiatan yang diisi dengan pemutaran film dan aneka games, mampu menghadirkan kegembiraan bagi anak-anak yang miskin hiburan di kompleks pengungsian.
Trauma healing Kopi Kapal Api bekerjasama denhan Radi Nebula FM Palu, menurut koordinator acara Yourino dinilai cukup berhasil. Setidaknya, kata dia terlihat antusiasme anak-anak yang ditemui 9 titik pengungsian. ”Ceria bersama Kopi Kapal Api. Ini adalah tema yang sengaja kami pilih untuk menghadirkan kembali kegembiraan khas dunia anak usai mendapatkan musibah,” terang Yourinho.
Basri Madinah (11) adalah salah satu bocah yang mengaku sangat terhibur dengan sajian yang dihadirkan Kopi Kapal Api ini. Menurut dia, ia dan keluarganya bahkan ibunya ikut boyongan menyaksikan hiburan langka ini.
Sang ibu Astrid (35) mengaku kehadiran boneka Cilo yang menggemaskan membuat dua anaknya ikut larut dalam kegembiraan. Biasanya, kedua anaknya laki laki bermainnya jauh bahkan hingga ke pantai.
”Saya kadang takut kalau anak saya ke pantai. Saya masih terbayang peristiwa tsunami lalu. Tapi kemarin anak saya bermainnya cukup di sini saja,” katanya semringah.
Astrid bahkan agak menyesalkan jika program hiburan bagi anak-anak penyintas segera berakhir.
Selain boneka Cilo, kegiatan lainnya adalah lomba menggambar dan mewarnai serta berbagai games. Menurut Yourinho sebagai salah satu penyelenggara, pihaknya cukup puas. Setidaknya, mereka ikut berkontribusi dalam membangun kembali mental anak-anak penyintas di pengungsian.
(kia/palu ekspres)






