PALU EKSPRES, DONGGALA- Sebagian warga korban gempa dan tsunami di Kecamatan Banawa sudah menempati Hunian Sementara (Huntara). Namun warga yang menempati Huntara di Kelurahan Gunung Bale tersebut belum menerima jaminan hidup (Jadup).
Ari Latikke (50) salah seorang warga yang menempati blok B di Huntara menjelaskan dia dan beberepa keluarga lainnya yang menempati Blok A dan B adalah warga kelurahan Tanjung Batu Kecamatan Banawa yang pada musibah kemarin semuanya kehilangan tempat tinggal.
Sehingga katanya, ia hanya bertumpu pada bantuan pemerintah atau pun dari organisasi kemanusian lainnya.
“Sudah satu minggu menetap di Huntara terhitung dari tanggal 29 Maret, tapi kami belum diberikan jatah jaminan hidup (jadup),” kata Ari Latikke, Kamis 4 April 2019.
Ia menuturkan, warga penghuni blok A dan B semuanya warga kelurahan Tanjung Batu berjumlah 24 kepala keluaraga. Dan rata-rata rumah mereka rusak berat. Ari mengatakan saat ini mereka sangat membutuhkan sembako utamanya beras dan kebutuhan lainnya.
Ia berharap jaminan hidup sudah bisa diberikan ke warga yang sudah menempati Huntara.
Soal fasilitas Huntara berupa air dan listrik menurut Ari semua sudah terpasang dan warga sudah menikmati fasilitas yang diberikan tersebut.
“Alhamdulliah semua lancar, listrik dan air sudah berfungsi semua. Saat ini Kami hanya membutuhkan sembako,” tutupnya
Terpisah kepala BPBD Akris fatah yang dikonfrimasi perihala jadup tidak berada di kantronya, informasi dari salah satu pegawainya pimpinannya tidak masuk kantor. Kemudian wartawan mengkonfirmasi via ponsel 0812880359XX tidak ada balasan.
(mg6/palu ekspres)





