Senin, 7 September 2026
Opini  

Urgensi Bank Lahan

MUHD NUR SANGADJI online

Oleh: Muhd Nur Sangadji

BEBERAPA hari ini saya dapat kiriman WA dari para relawan di Palu. Saya juga pernah ditanyai langsung oleh karib saya, Ikbal Setyarso, dedengkotnya ACT (aksi cepat tanggap). Pertanyaannya sama. Dimana lokasi untuk huntara (hunian sementara) untuk korban bancana Palu ?

Saya bilang, di sekitar kampus Universitas Tadulako.
Ada banyak lahan tidur yang bisa dimanfaatkan. Lahan tidur itu perlu dibangunkan agar dia terjaga. Tapi, tidur itu tidak identik tanpa kepemilikan. Namun, meskipun ada pemiliknya, statusnya selama ini terasa kabur.

Nah, inilah saatnya negara perlu bekerja serius. Mandatnya ada pada Pemerintah Daerah. Mereka harus bergerak cepat, mengambil alih atas nama kedaruratan (post major). Secepatnya, karena sangat mendesak.
Bila hampir sekian bulan ini masih ada yang bertanya lokasi huntara. Berarti, mengesankan belum tuntas.

***
Saya lantas bertanya, berapa luasannya dan untuk masyarakat yang mana? Kawan itu menjawab, cukup luas dan untuk masyarakat, khususnya Palu, Sigi dan Donggala. Pada soal ini, saya minta dirinci. Luasannya harus pasti untuk berapa warga?
Dan, dari masyarakat yang mana ? Ini penting untuk banyak alasan sosiologis, budaya dan ekonomi.

Mereka sedapat mungkin tidak terlalu jauh dari hunian parmanen sebelumnya. Agar tidak tercabut dari akar sosiokulturalnya. Efek kecemburuan sosial juga siap menghadang.
Menimbulkan persoalan baru yang tidak perlu. Mumpung masih dalam tahap yang paling awal.

Kelurahan Talise, Tondo, Mamboro hingga Pantoloan dan Wani, masih banyak lahan di kawasan bukit yang tersedia. Bisa didata segera untuk mereka. Kebetulan, kawasan ini juga terpapar tsunami. Khabarnya, lahan tidur di kawasan ini, pemiliknya adalah orang Jakarta. Menguasai ratusan hektar dan membiarkannya tertidur lebih 30 an tahun. Momentum untuk ambil alih.

Kejadian bencana ini juga mendesak kita untuk berhenti memandang enteng berbagai gagasan cerdas (best practice) relevant.
Misalnya, bank tanah. Gagasan begini sudah lama ada. Didorong oleh pegiat pembangunan dari kalangan Perguruan Tinggi atau LSM. tapi, siapa yang menyambutnya di dunia birokrasi..? Sangatlah tergantung pada kebijakan yang lahir dari political Will dan mind set top leader yang cerdas (baca : Walikota, Bupati atau Gubernur).

Intinya, daerah wajib memiliki lahan untuk berbagai kepentingan. Mulai dari kepentingan ekonomi, sosial maupun konservasi. Ruang terbuka hijau adalah contoh kongkritnya. Tanah lapang atau lapangan terbuka adalah contoh lain. Pokoknya, pemerintah perlu punya cadangan lahan yang sewaktu waktu bisa digunakan.

Andaikata selama ini sudah ada.
Maka, sekaranglah saatnya yang dimaksud dengan sewaktu waktu itu. Yaitu, ketika bencana, dan kita membutuhkan lahan. Pemerintah tinggal menunjuk. Tidak serepot sekarang.

Tapi, Karena tidak ada. Maka, inilah saatnya untuk mengadakannya. Cadangkanlah sejumlah lahan. Itulah yang disebut Land Bank atau Bank Lahan.
Faktanya, justru banyak lahan berkategori ruang terbuka hijau (RTH) atau fasilitas umum (FASTUM) direbut warga. Ada contoh di banyak tempat, termasuk di Perum Dosen Untad. Pemerintah perlu bertindak cepat untuk perjelas statusnya dan menjaganya secara konsisten. Inventarisir lokasi, luasan dan kondisinya. Lakukanlah sekarang. Jangan terlambat lagi. ***

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam