Minggu, 9 Agustus 2026
Opini  

Urgensi Bank Lahan

MUHD NUR SANGADJI online

Oleh: Muhd Nur Sangadji

BEBERAPA hari ini saya dapat kiriman WA dari para relawan di Palu. Saya juga pernah ditanyai langsung oleh karib saya, Ikbal Setyarso, dedengkotnya ACT (aksi cepat tanggap). Pertanyaannya sama. Dimana lokasi untuk huntara (hunian sementara) untuk korban bancana Palu ?

Saya bilang, di sekitar kampus Universitas Tadulako.
Ada banyak lahan tidur yang bisa dimanfaatkan. Lahan tidur itu perlu dibangunkan agar dia terjaga. Tapi, tidur itu tidak identik tanpa kepemilikan. Namun, meskipun ada pemiliknya, statusnya selama ini terasa kabur.

Nah, inilah saatnya negara perlu bekerja serius. Mandatnya ada pada Pemerintah Daerah. Mereka harus bergerak cepat, mengambil alih atas nama kedaruratan (post major). Secepatnya, karena sangat mendesak.
Bila hampir sekian bulan ini masih ada yang bertanya lokasi huntara. Berarti, mengesankan belum tuntas.

***
Saya lantas bertanya, berapa luasannya dan untuk masyarakat yang mana? Kawan itu menjawab, cukup luas dan untuk masyarakat, khususnya Palu, Sigi dan Donggala. Pada soal ini, saya minta dirinci. Luasannya harus pasti untuk berapa warga?
Dan, dari masyarakat yang mana ? Ini penting untuk banyak alasan sosiologis, budaya dan ekonomi.

Mereka sedapat mungkin tidak terlalu jauh dari hunian parmanen sebelumnya. Agar tidak tercabut dari akar sosiokulturalnya. Efek kecemburuan sosial juga siap menghadang.
Menimbulkan persoalan baru yang tidak perlu. Mumpung masih dalam tahap yang paling awal.

Kelurahan Talise, Tondo, Mamboro hingga Pantoloan dan Wani, masih banyak lahan di kawasan bukit yang tersedia. Bisa didata segera untuk mereka. Kebetulan, kawasan ini juga terpapar tsunami. Khabarnya, lahan tidur di kawasan ini, pemiliknya adalah orang Jakarta. Menguasai ratusan hektar dan membiarkannya tertidur lebih 30 an tahun. Momentum untuk ambil alih.

Kejadian bencana ini juga mendesak kita untuk berhenti memandang enteng berbagai gagasan cerdas (best practice) relevant.
Misalnya, bank tanah. Gagasan begini sudah lama ada. Didorong oleh pegiat pembangunan dari kalangan Perguruan Tinggi atau LSM. tapi, siapa yang menyambutnya di dunia birokrasi..? Sangatlah tergantung pada kebijakan yang lahir dari political Will dan mind set top leader yang cerdas (baca : Walikota, Bupati atau Gubernur).

Intinya, daerah wajib memiliki lahan untuk berbagai kepentingan. Mulai dari kepentingan ekonomi, sosial maupun konservasi. Ruang terbuka hijau adalah contoh kongkritnya. Tanah lapang atau lapangan terbuka adalah contoh lain. Pokoknya, pemerintah perlu punya cadangan lahan yang sewaktu waktu bisa digunakan.

Andaikata selama ini sudah ada.
Maka, sekaranglah saatnya yang dimaksud dengan sewaktu waktu itu. Yaitu, ketika bencana, dan kita membutuhkan lahan. Pemerintah tinggal menunjuk. Tidak serepot sekarang.

Tapi, Karena tidak ada. Maka, inilah saatnya untuk mengadakannya. Cadangkanlah sejumlah lahan. Itulah yang disebut Land Bank atau Bank Lahan.
Faktanya, justru banyak lahan berkategori ruang terbuka hijau (RTH) atau fasilitas umum (FASTUM) direbut warga. Ada contoh di banyak tempat, termasuk di Perum Dosen Untad. Pemerintah perlu bertindak cepat untuk perjelas statusnya dan menjaganya secara konsisten. Inventarisir lokasi, luasan dan kondisinya. Lakukanlah sekarang. Jangan terlambat lagi. ***

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital