Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

Calon Penerima Stimulan di Kota Palu Diverifikasi Lagi

PALU EKSPRES, PALU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palu memastikan akan ada verifikasi lagi bagi calon penerima dana stimulan perbaikan rumah akibat bencana. Verifikasi kali ini untuk menyeleksi calon penerima berdasarkan kepemilikan sah atas bangunan rumah yang dilaporkan.

Saat ini dinas Pekerjaan Umum (PU) Palu juga sedang menyelesaikan verifikasi rumah berdasarkan tingkat kerusakannya. Yakni rusak berat, sedang dan ringan.

Berbeda dengan tim sebelumnya,  tim verifikasi lanjutan akan dilengkapi intansi badan pertanahan nasional (BPN) untuk membenarkan bukti kepemilikan atas tanah dan bangunan.
Termasuk dari Dukcapil terkait administrasi berupa KK dan NIK

“Dinas PU memverifikasi kondisi bangunan. Sedangkan verifikasi lanjutan lebih pada aspek kepemilikan sah rumah yang dilaporkan,”jelas Kepala BPBD Palu, Fresly Tampubolon, Senin 22 April 2019.

Saat ini pihaknya sedang mempersiapkan rapat verifikasi lanjutan.
Syarat yang harus dipenuhi calon adalah bukti sah kepemilikan bangunan atau rumah. Ini untuk  klarifikasi terhadap data calon sesuai dengan  syarat sebagai calon penerima stimulan yang akan ditetapkan kemudian.

“Contoh misalnya apakah seorang warga memiliki rumah yang dilaporkan sewa atau menumpang. Harus ada bukti kepemilikan sah.
Kalau ternyata ada yang cuma sewa atau menumpang maka itu akan dieliminasi,”terang Fresly

Verifikasi nantinya akan dilakukan terhadap 1.594 unit rumah rusak berat. Jumlah unit rumah ini didapat setelah menyesuaikan alokasi anggaran stimulan untuk kota  Palu dari BNPB RI yaitu Rp82,1 miliar lebih.

Menurut dia, setelah disusun bersama BNPB dalam bentuk rencana anggaran biaya (RAB), jumlah rumah yang terakomodir dengan anggaran itu sebanyak 1.594 unit. Karena masih harus dialokasikan untuk petugas fasilitator dan tenaga teknis lainnya.

“Usulan awal 1.050 unit, setelah dldibahas bersama BNPB berdasarkan kuota anggaran. Maka data terkahir yang ditemukan sebanyak 1,594 unit.
Karena dana yang diberikan ke Palu Rp82,1 miliar lebih,  itu sudah termasuk biaya tenaga fasilitator, pendamping dan tenaga teknis,” ujarnya.

Saat ini pihaknya lanjut Fresly, sedang mempersiapkan pelaksanaan rapat teknis penyusunan petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis). Setelah itu Juklak  akan disahkan BNPB sedangkan Juknis oleh BPBD Provinsi Sulteng.

Setelahnya, masuk proses verifikasi syarat kepemilikan rumah. Untuk Kemudian membentuk kelompok masyarakat (Pokmas) seusai dengan jumlah satuan yang ditetapkan. Langkah berikutnya penyiapan fasilitator. Setelah siap baru dilakukan penyaluran dana ke rekening Pokmas.

“Sekaligus masuk proses penyusunan RAB yang didampingi fasilitator terhadap Pokmas,”paparnya.
Pokmas akan di SK kan oleh lurah ditingkat kelurahan. Sedang fasilitator di SKkan  oleh wali kota. Tapi sebelumnya Pemkot akan menyurati Kementrian PUPR untuk meminta fasilitator yang akan di SK kan selanjutnya.

Dana stimulan kata dia akan disalurkan ke rekening Pokmas.
Tidak diberikan dalam bentuk barang sebagaimana santer informasi yang beredar luas. Fasilitator akan menuntun Pokmas untuk mengelola dana  pelaksanakan pembangunan. Dalam Juklak setiap Pokmas direncanakan berjumlah 10 warga terdampak.
Bila jumlah unit rumah sebanyak 1.594, maka akan ada sedikitnya 160 Pokmas yang akan terbentuk.

“Berdasarkan bimbingan fasilitator, Pokmas inilah yang akan membeli material sesuai RAB yang disusun bersama,”urainya.

Soal target waktu penyaluran, akan disesuaikan dengan kecepatan proses verifikasi. Oleh sebab itu waktunya relatif, tak bisa ditentukan.

“Kalau cepat kita penuhi syarat penerima, tinggal buat Pokmas lalu disalurkan sesuai ketentuan,” ucapnya.
Fresly mengaku pengelolaan dana stimulan harus mengedepankan asas  kehati hatian. Tidak boleh terburu buru agar tidak terjadi  kesalahan yang berakibat pada pelanggaran hukum.

“Harap dimaklumi,  kehati hatian itu bukan sebagai bentuk menunda nunda. Kalau misalnya kita buru buru, terus terjadi kesalahan. Siapa yang mau bertanggung jawab. Artinya mari kita semua bekerja sama dan bersabar,”pungkasnya.

(mdi/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital